Lawa 5 Mei 09:
- Retret Nurani Yang Menggugah Hati
- Pagelaran SENAM KASIH SEMESTA yang diselenggarakan INLA .20 Apr 2009
—————————————(^__^)————————————
Retret Nurani Yang Menggugah Hati
Retret Nurani yang merupakan program pembinaan spiritual dan hati nurani bagi kader-kader Maitreyani kembali digelar pada 10 – 12 April 2009, selama 3 hari, di Retret Center dan Vihara Semesta Maitreya, Berastagi, Sumatera Utara. Retret Nurani modul I ini diikuti 80 umat Maitreyani dengan 32 pria dan 48 wanita, yang memiliki latar belakang dan asal wilayah yang beraneka ragam.
Retret yang diselenggarakan selama 3 hari dua malam ini telah diisi dengan berbagai acara yang telah disusun dengan sedemikian padat, tepat dan efisie, antara lain:
Acara Pembukaan dan Pembacaan Tata Tertib yang kemudian dilanjutkan dengan Game Perkenalan dengan tujuan agar semua peserta dapat berbaur dan memperluas hubungan persaudaraan.
Sesi berikutnya adalah Ceramah yang dibawakan oleh Pdt. Antony Juhana, dengan tema “Buddha Maitreya Menuntun Hidupku Menuju Kebahagiaan, Kasih, Syukur, Menghargai. Kemudian juga dijelaskan tentang Perjalanan Ibunda Suci dan Sejarah Buddha Maitreya.
Dalam Retret Nurani, selain peserta mendapatkan bimbingan dari Pandita, juga disuguhkan berbagai macam permainan dimana peserta yang telah memainkan permainan diharuskan menjelaskan makna kesan intuisi yang didapatnya. Hal ini juga untuk melatih para peserta mempunyai keberanian untuk mengungkapkan intuisinya di depan peserta lainnya.
Selain itu juga terdapat Sesi Renungan yaitu Renungan Perjalanan Ibunda Suci, Renungan Buddha Maitreya, Renungan Alam dan Renungan Kasih. Pada Retret kali ini di dalam Renungan Buddha Maitreya peserta mengikuti renungan dengan sangat khidmat dan kudus sehingga tidak sedikit di antara mereka yang menitikkan air mata.
Selain itu juga disisipkan sesi 4 Persfektif Vegetarisme dimana dalam sesi ini dibahas dengan cukup jelas 4 sudut pandang vegetarian (Miskonsepsi, Kesehatan, Cinta & Etika, Lingkungan Hidup & Kelaparan Dunia). Peserta mendapat wawasan tentang miskonsepsi tentang makanan dan peranan vegetarianisme terhadap kesehatan, lingkungan dan kelaparan dunia.
Antusias peserta sangat terasa kental dalam mengikuti Retret nurani ini. Meskipun pada hari pertama peserta belum begitu aktif namun pada hari kedua dan ketiga mereka telah membuka hatinya dan menyerap kebenaran-kebenaran yang diberikan. Terbukti dengan intuisi yang disampaikan oleh peserta pada hari terakhir bahwa mereka mendapatkan banyak manfaat dan pelajaran di dalam Retret ini yaitu mereka telah belajar menghargai orang lain dengan memberikan Kartu Penghargaan kepada para peserta, panitia dan orang yang mereka kasihi maupun yang mereka benci, belajar bervegetarian dimana menu vegetarian yang disajikan untuk mereka dalam 3 hari 2 malam ini telah membuat mereka merasakan ternyata vegetarian itu enak. Dan yang terpenting adalah dalam sebuah Game yang bernama Trust Game (dua orang berpasangan dimana salah satu matanya ditutup dan dituntun oleh orang yang kedua), mereka telah belajar mempraktekkan kasih dan membuat mereka menyadari bahwa melayani lebih baik daripada dilayani. Kasih adalah memberi, Hidup adalah memberi (Living is Giving). Dengan memberi barulah manusia bisa merasakan kebahagiaan, dengan menghancurkan segala keegoisan dan keakuan, bersyukur atas segala yang telah dimiliki dan menghargai orang lain.
Manusia yang selama ini selalu menuntut orang lain untuk kepentingan diri sendiri, sehingga tidak bisa bahagia. Namun apabila kita selalu memberi, melayani, senantiasa berpikir untuk kepentingan orang lain maka kebahagiaan akan datang dengan sendirinya. Daripada sendiri yang merasa bahagia, lebih bagus sama-sama bahagia.
Setelah itu acara ditutup dengan nyanyian dari panitia, pengukuhan nasehat dan nyanyi bersama.


—————————————(^__^)————————————
PAGELARAN SENAM KASIH SEMESTA YANG
DISELENGGARAKAN INLA SUKSES DAN MERIAH
20 Apr 2009
Pagelaran Senam Kasih Semesta yang berlangsung di Sky Convention Hall Minggu(19/4) berlangsung sukses dan meriah. Acara dibuka dengan menyanyikan Hymne INLA.
Penampilan pertama adalah tim Semerbak Bunga, Medan. Dengan judul lagu “Bangkitlah Pemuda Semesta”. Tim ini merupakan tim yang telah melambungkan nama Indonesia sampai ke mancanegara lewat senam kasih semestanya yang memukau penonton.
Selanjutnya seorang tokoh dunia yang memiliki kepedulian besar pada bangsa, dunia dan generasi muda The Founder President of INLA Master Wang Ci Guang menyampaikan kata sambutan, Setelah menyaksikan performa energik tim Semerbak Bunga beliau merasa dunia kita masih memiliki harapan dan masa depan gemilang. beliau juga mengatakan budaya kasih semesta adalah budaya seluruh umat manusia bersama dan juga merupakan wadah pendorong terwujudnya dunia harmonis yaitu dunia satu keluarga. Maka dari itu budaya ini sangat penting diajarkan kepada generasi muda. Melalui INLA budaya kasih semesta ini di bawa ke sekolah-sekolah dalam bentuk nyanyian, senam dan tarian. Dimana dalam lirik lagu yang dinyanyikan dan ditarikan sarat dengan pesan moral kebajikan dan himbauan mengasihi alam semesta.
Y.M Wang Ci Guang lanjut mengatakan “ Budaya kasih semesta ini juga telah mendobrak ke sekolah-sekolah di Korea, Malaysia, Hongkong, Myanmar, Kanada dan Taiwan dengan mengajarkan siswa senam kasih semesta. Senam ini mendapat sambutan luas dan positif dari para guru, murid, dan orang tua. Dan yang luar biasa adalah perubahan positif dari diri anak. Mereka menjadi tahu sopan santun, menjaga kebersihan, bisa saling menyayangi, menghormati guru, orang tua dan teman. mereka menjadi anak yang penuh dengan keceriaan dan vitalitas hidup”
Baru pada bulan januari tahun 2009, Senam kasih Semesta mulai masuk ke delapan sekolah di medan. Terhitung 1100 siswa dan 130 guru. Pada pagelaran kasih semesta ini masing masing sekolah mengirimkan wakilnya untuk menunjukkan hasil kerja kerja keras mereka.
Perguruan Wiyata Dharma dengan senam berjudul “Prilaku Nurani” menampilkan hasil yang baik dari kesungguhan mereka dalam mempelajari senam kasih semesta. Tim gabungan murid TK dan SD dari Perguruan Sriwijaya juga tidak kalah, dengan lagu berjudul “Alam adalah keluargaku” mereka tampil dengan ceria dengan senyuman manis di wajah. Performa dari siswa SMP negeri 1 Medan dengan senam berjudul “pesona indah manusia datangkan terang dunia” juga mendapat tepuk tangan yang meriah.
Senam juga diselingi dengan drama berjudul “Pesona Kehidupan” drama ini menceritakan sebuah kisah nyata tentang seorang pemuda yang pesimis dengan kondisi hidupnya, bahkan pernah mencoba untuk bunuh diri, namun setelah bergabung dalam tim Tarian Kasih Semesta Awan Putih Medan, sang anak dapat merasakan berharganya kehidupan, ia menjadi penuh dengan semangat hidup dan keceriaan.
Berikut Tim Awan Putih dengan tarian Kasih Semesta berjudul “bersama hidup dalam semesta nan bahagia” membuat penonton tak henti memberikan tepuk tangan meriah. Perguruan Sultan Iskandar Muda, Jenderal Sudirman, Hangkesturi dengan judul lagu yang sama “Prilaku Nurani” menampilkan semangat pemuda semesta yang penuh dengan semangat juang. Penampilan terakhir yang luar biasa oleh 52 guru dari Perguruan Dr.Wahidin Sudirohusodo.
Pada pagelaran ini guru-guru juga memberikan intuisi. Mereka sangat terkesan dan mendukung kegiatan positif ini dan berharap bisa lebih banyak lagi sekolah yang menarikan senam kasih semesta. Acara berakhir dengan pembagiaan Piagam kepada masing-masing sekolah.


Filed under: LaWa
AE PARA PEMUDA PEMUDI MAITREYA,LEBIH CIA YOU LAGI YAH…XXCB