- Gladi Rohani Kader Maitreya Yogyakarta
- Gladi Back To Nurani Palembang
- Perayaan HUT Vihara Pelita Maitreya Medan ke-13
Gladi Rohani Kader Maitreya Yogyakarta
Gladi Rohani Kader Maitreya atau lebih dikenal dengan GRKM dapat dikatakan merupakan acara retret nurani karena didalamnya sendiri selain diisi dengan bimbingan dharma, juga ada sharing dan malam keakraban. GRKM ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Vihara-vihara yang ada di Yogyakarta dengan tujuan/harapan dapat memperkuat iman dan meningkatkan rasa persaudaraan antar umat-umat seketuhanan.
Untuk GRKM kali ini tema yang dibahas adalah “ Teguhkan Iman Bersama Buddha Maitreya, Jadilah Terang Bagi Dunia “ yang diasuh langsung oleh Bapak Pdt. Halim Zen Bodhi. Pelaksanaannya selama 3 hari dari tanggal 10 -12 September 2010 di Kaliurang, Yogyakarta. Untuk pembukaan, tentunya tidak lain dimulai dengan ritual xian gong, doa, dan khou shou demi kelancaran acara dan semoga Lao Mu dan Buddha Maitreya menerangi para peserta, dengan cahaya kebijaksanaan sehingga kami dapat menginsafi setiap inti dari ceramah yang diberikan. Setelah itu baru dimulai dengan kata sambutan dari ketua panitia dan peresmian oleh para pandita, baru selanjutnya diisi dengan bimbingan dharma, sharing, dan makrab.
Sesi bimbingan dharma diisi oleh Bapak Pdt. Halim Zen Bodhi, isi dari ceramah tentunya sesuai dengan tema GRKM kali ini, yaitu bagaimana dan mengapa kita sebagai murid cucu Buddha Maitreya harus bisa menjaga kestabilitasan iman dan beretika yang tepat dalam pergaulan serta menanggapi isu-isu negatif di tengah era globalisasi ini sehingga kita bisa membawa terang(harapan) bagi dunia.
Intuisi dari saya (Can Julianto) sendiri setelah mengikuti Gladi Rohani Kader Maitreya adalah saya menjadi lebih percaya diri terhadap misi agung Buddha Maitreya dan semakin mantap dalam pergaulan dan menanggapi hal-hal negatif yang berada di sekitar saya baik dari teman-teman kampus yang mayoritas berbeda kepercayaan maupun isu-isu dari media.
Gladi Back To Nurani Palembang
Gladi Back To Nurani ini diadakan dalam rangka liburan Idul fitri di Pusdiklat dan Vihara Cahaya Maitreya Palembang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Sep-12 Sep selama 4 malam 3 hari, peserta yang mendaftar sebanyak 21 orang, terdiri dari 10 orang wanita dan 11 orang pria.
Kegiatan dalam gladi ini selain bimbingan dharma dan kegiatan rutinitas di vihara, ada juga renungan bersama, nobar (nonton bareng) serta diskusi kelompok.
Pada hari pertama peserta tiba, selain pembukaan para peserta juga diputarkan video edukasih yang berdurasi pendek mengenai etika (qing, xie-xie, duibuqi) yang bertujuan untuk mengajak para peserta supaya bisa menjadi seorang yang beretika nurani dimulai dari gladi ini.
Para peserta juga diberi nama dalam mengikuti gladi ini dan kata pertama para peserta adalah KASIH. Sehingga para peserta bisa menjadikan KASIH sebagai pedoman dalam bertugas dan berkarya. Cth : Kasih itu Memberi, Kasih itu Harmonis, Kasih itu Jujur, Kasih itu Suci, Kasih itu Universal, dll
(total ada 100 kata yang diawali dengan Kata KASIH) tetapi dalam gladi ini ada 21 macam KASIH
Setiap pagi selain berolahraga peserta juga bersama – sama melakukan perenungan dan intuisi dari para peserta, setelah itu dilanjutkan dengan kebaktian pagi. Dalam 1 hari kegiatan gladi ini dibagi menjadi 7 sesi , para peserta juga diberikan bimbingan dharma mengenai :
- Pribadi Kasih Budha Maitreya serta mengajak para peserta untuk merealisasikannya
- Renungan Kasih Alam mengajak peserta untuk merasakan kasih yang Laomu berikan melalui alam semesta dan mengajak peserta untuk menginsafi kebesaran alam semesta yang senantiasa memberikan segalanya untuk semua makhluk dan para peserta juga diajak untuk merasakan betapa indah dan berharganya nafas kehidupan yang telah LAOMU anugerahkan pada kita.
- Riwayat perjuangan pembinaan Y.A. Haocidadi
- Riwayat dan renungan perjuangan pembinaan Ibunda Suci
Selain itu juga para peserta diberikan materi mengenai instropeksi diri, penilaian kepercayaan diri melalui tabel LOOK INSIDE yang bertujuan untuk mengenal lebih dalam roh percikan LAOMU yang ada pada diri setiap orang.
Selain itu dalam gladi ini juga mengundang para Tanzhu dan foyuan untuk berbagi pengalaman dalam Pembinaan memberikan motivasi mengenai kehidupan yang bermakna. Bimbingan yang di berikan para tanzhu : menyerahkan hidup kita kepada pengaturan Laomu, bersyukur atas segala kondisi yang kita terima baik dalam keadaan baik atau tak menyenangkan. mengajak peserta u senantiasa melihat ke dalam diri yang sebenarnya sdh kita miliki oleh krn itu tak perlu lagi mencari keluar diri. Untuk merasakan kebesaran Laomu, manfaatkanlah waktu sebaik mungkin selagi berkesempatan u shaoxiang khoushou maka lakukanlah dengan tulus. Senantiasa memperkaya diri, ubahlah energi – menjadi energi positif dalam diri kita, selain itu lalu pada sesi yang lain juga salah satu foyuan menyampaikan bahwa dengan senantiasa kita bisa bersyukur atas segala kondisi yang kita terima maka Laomu akan meberikan jalan yang terbaik buat kita. dengan merasakan kasih laomu kita baru bisa merubah pribadi kita. Gladi ini juga mengajak peserta untuk bermain serta bekerja sama merasakan keharmonisan antar sesama. Permainan juga bertujuan untuk melatih kekompakan, kebersamaan, kepedulian para peserta.
Pada hari terakhir gladi 12Sept diadakan tanya jawab dengan para peserta dan foto bersama. Malam hari diadakan acara penutupan turut mengundang juga umat – umat untuk hadir bersama. Acara berlangsung sederhana diawali dengan bernyanyi bersama lalu intuisi dari setiap peserta, bimbingan Dharma dari Pandita, nonton bersama video klip kegiatan gladi dan terakhir di tutup dengan para peserta nyanyi bersama Ren Jian Jing Tu De Cheng Nuo.
Tomas
Kesan :
Setelah mengikuti gladi ini saya lebih dapat mengenal arti dari kasih yang sesungguhnya dan dapat tinggal di fotang dan lebih dekat lagi dengan MiLeFo. Dan dengan adanya kelas ini juga kami memiliki atau mendapatkan kesempatan untuk lebih banyak mendapatkan ceramah dari para Dcs dan Foyuan. Semoga dengan kelas ini saya dapat lebih memperbaiki diri dan dapat menjadi anak/ cucu MiLeFo dan semoga setelah selesai kelas ini saya dapat lebih semangat dalam membantu misi MiLeFo. 加油!
Pesan :
Diharapkan agar acara ini terus dapat diadakan walapun sekarang pesertanya tidak begitu banyak. Tapi yakin dan percaya next … peminat gladi ini akan banyak( promosinya lebih ditingkatkan lagi).
Cynthia
Kesan :
Saya merasakan kekeluargaan yang baru saya dapat dalam acara gladi ini. Bisa bersama-sama melakukan , mewujudkan misi LaoMu. Bisa lebih berinstropeksi ke dalam diri. Mencoba untuk memperbaiki kesalahan yang ada di dalam diri kita .
Pesan:
Mari ciptakan dunia satu keluarga dan menciptakan keharmonisan dengan yang lain…
Untuk peserta Gladi Back to Nurani jiayou!!!
Merry
Kesan :
Selama mengikuti kelas ini saya merasa kalau waktu itu sangatlah berharga. Selama ini saya merasa kurang memanfaatkan waktu dengan baik. Di kelas ini, waktu yang ada dapat diatur dengan sedemikian baik. Selain itu juga kami dapat saling berbagi satu sama lain, kami juga dapat saling bekerja sama satu sama lain. Selain itu, dharma-dharma yang diberikan sangatlah berguna untuk kami semua. Dengan itu, kami akan menjadi lebih sadar dan dapat memperbaiki diri agar manjadi lebih baik dari sebelumnya .
Pesan :
Semoga diklat/gladi ini dapat dilaksanakan lagi pada tahun-tahun berikutnya walaupun hanya dilaksanakan 3 hari, tapi semua ini dapat membuat kami menjadi lebih baik daripada hanya menghabiskan waktu selama 3 hari dengan sia-sia.
Ricky
Kesan :
Gladi Back to Nurani ini sangatlah bagus. Mungkin pada awalnya kita tidak merasakan apa-apa, tetapi setelah beberapa hari saya merasakan luhurnya gladi ini. Mungkin tidak ada kesempatan kedua bagi kita untuk mengikuti diklat seperti ini.
Pesan :
Semoga diklat-diklat seperti ini dapat berlanjut lagi dan terus berkembang.
Xiexie Dcs cibei
Xiexie gewei foyuan cibei
Perayaan HUT Vihara Pelita Maitreya Medan ke-13
Bulan Agustus Vihara Pelita Maitreya Medan merayakan HUT ke-13. Acaranya dimulai pukul 19.30 malam setelah kebaktian, dihadiri oleh Pandita Lie dan Pandita Chen serta umat sedharma. Mula-mula Awang Tan Zu maju menyampaikan sambutannya. Beliau berkata bahwa Vihara Pelita Maitreya sudah berumur yang ke-13, semoga bertambah maju dan banyak umat yang aktif. Setelah itu MC masuk dan acara kesenian dimulai. Dengan KLC SMB, kemudian disusul dengan KLC oleh Grup Papa Mama dengan judul lagu Chan Lan Hui Huang de Sheng Ming. Setelah itu pemotongan kue ultah dan menyanyikan lagu ulang tahun kemudian makan bersama.
Selain itu para hadirin juga dihibur dengan nyanyian solo oleh Mini, disusul dengan duet oleh Vetty dan Rudy, dan dilanjutkan oleh Dewi dengan lagu Semilir Angin, dan diakhiri oleh Melly. Dan acara terakhir adalah drama musical dengan tema bencana alam akhir zaman. Dan penyelamat kita dari bencana adalah Buddha Maitreya.
Pada adegan pertama itu ditampilkan kehidupan desa yg damai , tenang dan penuh suka cita. Dalam adegan itu ada nyanyian solo yang dibawakan oleh Rudi dan pembacaan puisi. Dan prolog dimulai pada adegan dua yaitu ttg seoarang wanita kaya yg suka kecantikan, kemudian adegan 3 itu tentang anak-anak sekalah yg suka bolos dan suka hura hura, dugem, dan suka mempengaruhi murid lain untuk ikut mereka dugem. Dan di adegan ke 4 itu ditampilkan tentang peperangan. Akhirnya pada adegan ke-5 ditampilkan bencana sudah datang, orang-orang panik sana sini , semuanya hancur. Dan tibalah buddha maitreya menyelamatkan manusia.
Tak ketinggalan acara terakhir adalah foto-foto.
Filed under: LaWa