<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Maitreyavoice's Blog</title>
	<atom:link href="http://maitreyavoice.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maitreyavoice.wordpress.com</link>
	<description>Maitreya Voice always be with you^^</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Oct 2010 15:22:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='maitreyavoice.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Maitreyavoice's Blog</title>
		<link>http://maitreyavoice.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://maitreyavoice.wordpress.com/osd.xml" title="Maitreyavoice&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://maitreyavoice.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>LaWa-30 September 2010</title>
		<link>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-30-september-2010/</link>
		<comments>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-30-september-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 15:22:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maitreyavoice</dc:creator>
				<category><![CDATA[LaWa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maitreyavoice.wordpress.com/?p=637</guid>
		<description><![CDATA[Retret Nurani di Sawiran Perlombaan KLC SMB Medan Perayaan Kue Bulan di Vihara Bumi Maitreya Tanjungpinang Perayaan HUT Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Perayaan Kue Bulan di Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Retret Nurani di Sawiran Tanggal 13-15 September 2010 yang lalu diadakan retret nurani di Wisama Nongko Jajar , Sawiran , Malang Jawa Timur. Untuk pengadaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=637&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong>Retret Nurani di Sawiran</strong></li>
<li><strong>Perlombaan KLC SMB Medan</strong></li>
<li><strong>Perayaan Kue Bulan di Vihara Bumi Maitreya Tanjungpinang</strong></li>
<li><strong>Perayaan HUT Pusdiklat Bumi Suci Maitreya</strong></li>
<li><strong>Perayaan Kue Bulan di </strong><strong>Pusdiklat Bumi Suci Maitreya</strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-637"></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Retret Nurani di Sawiran</span></strong></p>
<p>Tanggal 13-15 September 2010 yang lalu diadakan retret nurani di Wisama Nongko Jajar , Sawiran , Malang Jawa Timur. Untuk pengadaan retret ini, dipinjam  tempat di rumah seorang umat Katolik. Acara dimulai dengan kebaktian, kemudian menyusul perkenalan, sambutan dari Pandita, baru memasuki sesi ceramah.</p>
<p>Jumlah peserta yang ikut ada 100 orang/lebih, kategori 17-55 thn. Tapi ada juga yg<br />
usianya lebih dari 55thn, krn mereka ingin mengikuti retret tersebut. Retret ini melibatkan panitia / team sukses dari Medan , termasuk para Pandita , Tan  zu, dan para aktivis , selain itu juga dibantu team dari surabaya.Walaupun demikian,  yg merancang acara retret ini adalah dari team Medan. Dan ada 2 Pandita dari Medan yang hadir yaitu Pandita Wu and Pandita Chiu. Tak ketinggalan juga Tc Tek Jan selaku Mc sekaligus yg paling semangat memberi motivasi.</p>
<p>Selain 2 Pandita yang hadir, juga hadir Pdt.Wang, Pdt.Chen,Pdt Rusnani, Pdt Jemmy Cendrawan. Dan pada sesi ceramah, Pdt Chiu memberikan ceramah tentang kasih, menghargai, syukur, memberi cerah ttg Buddha Maitreya, renungan kasih dan alam</p>
<p>Adapun serangkaian kegiatan retret ini adalah ceramah, game kerjasama, pemutaran video, intuisi dari peserta. Dari pelaksanaan retret ini diharapkan semoga semua peserta tergugah hati nurani, lebih liang xin, mencintai alam, bervegetarian, membantu pengembangan Tao Chang, mewujukan dunia satu keluarga.</p>
<p>Banyak sekali intuisi dari para peserta yang mengikuti retret ini. Ada yg tergugah, karena selama ini belum berbakti kepada orang tua, atau dengan saudara tidak akur, egois, suka dipuji di vihara, kurang bisa bekerjasama dgn org lain, memilih2 teman, selain itu ada juga yang mau belajar bervegetarian, mau mengajak org Jiu tao.</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Perlombaan KLC SMB Medan</span></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Acara dimulai pada pukul&#8230;di&#8230;. dengan kata sambutan oleh maha pandita Citrawira. Setelah itu ada pembukaan KLC murid smb umur sekitar 4 tahun semua ( kecil kecil semuanya ). Selanjutnya baru masuk peserta lomba. Selama lomba tersebut tidak lupa diselingi game kuis.</p>
<p>Dan akhirnya inilah pemenangnya:</p>
<p>1.VIHARA MAHA MAITREYA</p>
<p>2. VIHARA SATYA MAITREYA</p>
<p>3. MAHA VIHARA VIDYA MAITREYA.</p>
<p>Sponsor hadiah oleh teh botol sosro.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Perayaan Kue Bulan di Vihara Bumi Maitreya Tanjungpinang</span></strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Hari Rabu tanggal 22 September 2010 (8/15) merupakan acara perayaan Kue Bulan (Zhong Qiu Jie). Pada hari yang sama juga memperingati hari Parinibbana Bapak Guru Agung.</p>
<p>Acara dimulai dengan xian gong oleh tim wanita pukul 18.15 disusul Kebaktian di Lantai 2. Setelah kebaktian sebuah pertunjukan barongsai membuka acara kesenian malam itu sambil memandu Bapak Pandita yang membawa para umat turun ke Lantai 1 sambil memegang lampion untuk menyaksikan acara.</p>
<p>MC pada malam itu adalah saudari Ria dan Lina yang memulai acara. Disusul dengan sambutan oleh Pandita Sakuan, S.Ag, Pandita Muda Sulaiman dan Pandita Madya Suryono.</p>
<p>Dalam sambutannya, Pdt Madya Sulaiman menjelaskan makna perayaan. Secara umum masyarakat memaknai perayaan hari itu berupa:</p>
<ol>
<li>Valentine Cina (Chang E dan Hou Yi bersatu kembali)</li>
<li>Sejarah Mongolia</li>
<li>Parinibbana Bapak Guru Agung</li>
</ol>
<p>Acara kesenian pertama adalah KLC DARI CHOCOLATOS  dengan judul lagu ZAN QI LAI BA DA ZE RAN QING NIAN, kemudian disusul tarian kasih semesta oleh  DARI HUI SHAN FO TANG dengan judul lagu CHEN XI ZE GE, setelah itu giliran tim Mama unjuk gigi dengan membawakan KLC berjudul XING KUAI LE XING.</p>
<p>Berikutnya adalah chorus dari DARI DA ZHI FO TANG QING NIAN, lagunya KASIHI ALAM, disusul berturut dengan KLC DARI TIAN XIN FO TANG dengan judul lagu ZAN XIAN REN ZE MEI &amp; CHE MU JUI AI Wo, serta KLC kolaborasi DARI HAI CHAO QING NIAN TUAN + SMP MAITREYAWIRA dengan judul lagu XING KUAI LE XING</p>
<p>Drama kali ini bertema Syukur yang dibawakan oleh anak-anak Sekolah Maitreyawira. Drama ini diperankan semuanya oleh anak-anak, termasuk peran dewasa juga diperankan oleh mereka. Dan nama tokoh drama menggunakan nama asli pemerannya masing-masing. Tidak heran kalau menimbulkan rasa lucu bagi para hadirin namun juga penuh makna.</p>
<p>Drama ini menceritakan seorang anak bernama Blansius yang suatu hari diajak kakaknya untuk bersamanya ke Vihara setelah pulang sekolah. Namun, Blansius tidak mau dan memutuskan untuk pergi berbelanja. Namun saat ia sedang berbelanja, tiba-tiba ada yang mencuri dompet miliknya. Dan pencuri itu mendorongnya hingga terjatuh.</p>
<p>Blansius merasa sangat sedih. Ketika pulang, ia menceritakan semuanya pada Ibunya apa saja yang dialaminya. Tapi Ibunya dengan  bijak menasehatinya: “Kita boleh kehilangan segala materi, namun jangan sampai kehilangan nyawa. Karena nyawa adalah paling berharga. Seharusnya kamu bersyukur karena pencuri itu hanya mengambil uangmu. Bayangkan kalau kamu yang dibawa pergi. Ke mana Ibu harus mencarimu? “ Inti dari drama tersebut adalah mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas rahmat kasih LAOMU dan Buddha Maitreya.</p>
<p>Acara selanjutnya adalah KLC DARI DA ZHI FO TANG QING NIAN TUAN  (semua wanita) dengan judul lagu PUJIAN GUNUNG, disusul dengan tarian kasih semesta berjudul SATU KELUARGA. Kemudian acara kesenian berikutnya adalah TEMBANG NURANI DARI XII BI DUANG dengan lagu BUMI RAYA. Setelah itu KLC DARI HUI GONG FO TANG dengan judul lagu SE JIE YI JIa dan ditutup dengan tarian kasih semesta DARI SHA TAN QING NIAN TUAN  dengan judul ZAN XIEN REN ZE MEI.</p>
<p>Dari pelaksanaan acara tersebut diharapkan dapat menjadi hari di mana para umat berkumpul kembali untuk pai cie dengan LAOMU dan menunjukkan partisipasi, saling motivasi, serta memberi semangat,  sekaligus memperingati hari Parinibbana Bapak Guru Agung.</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Perayaan HUT Pusdiklat Bumi Suci Maitreya</span></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Tanggal 19 September 2010 (Minggu) yang lalu merupakan HUT Pusdiklat Bumi Suci Maitreya (天生弥勒佛院) yang ke -3, tepat nya di Jalan Riau Ujung Pekanbaru. Acara dimulai dari jam 18.00-21.00. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ini diadakan juga beberapa lomba seperti lomba etika, lomba menyanyi, lomba ceramah, dan lomba melukis.</p>
<p>Acara dimulai dengan Xian Gong, kemudian disusul dengan kebaktian malam. Kali ini acara tersebut dihadiri oleh Pdt Huang, Pdt Chu, Pdt Cai, Pdt Huang. Di antaranya Bapak Pdt Huang memberikan sambutannya bahwa Pusdiklat Bumi Suci Maitreya ini belum selesai dibangun. Tentunya dukungan dari umat sangat diperlukan untuk bersama-sama membangun Vihara.</p>
<p>Acara kesenian pertama adalah persembahan tarian kasih semesta oleh Tim Qing Shan dengan judul lagu Satu Keluarga versi Jakarta, disusul dengan Doa, kemudian sambutan oleh Bapak Pandita Huang. Setelah itu nyanyian solo dengan judul lagu Shan Lan Zhi Ge. Danyang paling ditunggu-tunggu adalah drama dengan tema : menyelamatkan bumi. Setelah drama ada acapela dengan judul Sebutir Nasi. Setelah itu kembali Tim Qing Shan tampil dengan membawakan lagu Shan Zhi Song, masih versi Jakarta. .</p>
<p>Acara berikutnya adalah pembagian hadiah atas pemenang lomba. Kali ini semua peserta mendapat penghargaannya masing-masing. Dan acara ini ditutup dengan senam bersama lagu Gong Le Zhi Ge.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Perayaan Kue Bulan di </span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;">Pusdiklat Bumi Suci Maitreya</span></strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dalam rangka menyambut festival kue bulan, PBSM mengadakan bazaar vegetarian yang terdiri dari kurang lebih 20 stand. Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 21-22 September dari jam 18.00-selesai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maitreyavoice.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maitreyavoice.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maitreyavoice.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maitreyavoice.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maitreyavoice.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maitreyavoice.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maitreyavoice.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maitreyavoice.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maitreyavoice.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maitreyavoice.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maitreyavoice.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maitreyavoice.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maitreyavoice.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maitreyavoice.wordpress.com/637/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=637&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-30-september-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/081c88253968344520faca999ecea0f9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maitreyavoice</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LaWa-23 September 2010</title>
		<link>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-23-september-2010/</link>
		<comments>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-23-september-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 15:19:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maitreyavoice</dc:creator>
				<category><![CDATA[LaWa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maitreyavoice.wordpress.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[MAHA DEWA MING CIE &#38; KETELADANAN HIDUPNYA MAHA DEWA MING CIE &#38; KETELADANAN HIDUPNYA M ing Cie Ta Sien terlahir dengan nama Tan A Wie. Lahir pada tanggal 28 Mei 1907. Di Kanpung halamannya Tiongkok. Beliau hidup dalam keluarga petani. Pada usia 13 tahun, beliau sudah merasakan kesengsaraaan hidup karena perang dan pertikaian perebutan kekuasaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=634&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong>MAHA DEWA MING CIE &amp; KETELADANAN HIDUPNYA<span id="more-634"></span></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><strong>MAHA DEWA MING CIE &amp; KETELADANAN HIDUPNYA</strong></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td align="left" valign="top">M</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>ing Cie Ta Sien terlahir dengan nama <strong>Tan A Wie</strong>. Lahir pada tanggal 28 Mei 1907. Di Kanpung halamannya Tiongkok. Beliau hidup dalam keluarga petani. Pada usia 13 tahun, beliau sudah merasakan kesengsaraaan hidup karena perang dan pertikaian perebutan kekuasaan di Tiongkok. Kondisi Negara yang porak – poranda karena perang, membuat rakyat harus menderita. Maka timbullah tekad untuk datang ke Indonesia, guna mencari kehidupan baru. Berangkatlah Tan A Wie bersama kakaknya.</p>
<p><strong>Kejujuran dan Kepolosan</strong></p>
<p>Sesampainya di Indonesia, untuk pertama kalinya Tan A Wie bekerja sebagai pegawai di pabrik Ban Han Ciong yang mana pada zaman itu adalah orang yang terkenal di seluruh Surabaya dengan took agen sepedanya.</p>
<p>Beliau selalu rendah hati, jjur, dan rajin. Apalagi waktu itu tidak ada pembantu, sehingga Tan A Wie yang masih remaja, pagi – pagi subuh jam 04.00 sudah bangun untuk menyapu, ngepel, lap kaca dan sebagainya. Jiwa yang polos dan sederhana membuat Tan A Wie disenangi majikannya. Walau begitu, majikannya Tan A Wie tetap ingin menguji kejujuran beliau. Suatu hari, Tan A Wie diberi tugas keluar kota untuk menagih uang ke kampung – kampung. Dari Surabaya ke Jawa Tengah adalah jarak yang cukup jauh dan melelahkan, apalagi harus menginap di perkampungan. Tentu godaan di luar cukup berat. Oleh karenanya, dalam setiap tugas keluar kota, sang majikan selalu menyertakan seorang karyawan sebagai teman perjalanan sekaligus pengawas. Dengan demikian, prilaku Tan A Wie selalu termonitor oleh sang majikan.</p>
<p>Setiap pulang, sang majikan selalu bertanya kepada teman perjalanan bbeliau tentang bagaimana sikap A Wie di kampong. Apakah beliau sering keluar jalan – jalan kalau malam? Lalu jam berapa tidur? Dan sejumlah pertanyaan yang notabenenya adalah mencari tahu tentang pribadi seorang Tan A Wie tersebut.</p>
<p>Sang majikan selalu tersenyum mendengar setiap jawaban dari teman – teman perjalanan Tan A Wie. Sang majikan bergumam, “<strong><em>Sikapnya bagus, tidak pernah keluar malam, pagi – pagi sudah bangun</em></strong>.” Sikap demikian membuat majikannya semakin prcaya dan puas terhadap hasil kerja beliau. Terbersitlah niat untuk menjodohkan putrinya dengan Tan A Wie.</p>
<p>Setelah niat Sang majikan tercapai melalui pertunangan putrinya, Tan A Wie pulang ke Tiongkok untuk memberitahukan orang tuanya. Tentu saja orang tua beliau senang terlebih memikirkan bahwa anaknya sudah beranjak dewasa dan sudah saatnya untuk memulai kehidupan berkeluarga.</p>
<p>Di Tiongkok, seperti kebiasaan sehari – hari setelah selesai mandi, pakaian kotor beliau dicuci oleh soso (ipar) beliau. Akakn tetapi pada waktu itu, begitu pakaian kotor di ember, spontan menjadi rebutan gadis – gadis tetangga yang sengaja datang untuk mencuci beliau. Spontan kejadian ini mengagetkan Tan A Wie dan membuatnya terperangah. Kebetulan soso beliau hendak mencuci baju, melihat pemandangan demikian menjadi kaget dan melaporkan kejadian tersebut kepada mertuanya.</p>
<p>San ibu menjadi murka dan marah besar, “ kamu ini keterlaluan sekali, di Indonesia sudah ada calon istri, masih berani macam – macam menggoda anak gadis orang lain. Sekarang juga kembali ke Indonesia!”</p>
<p>Tan A Wie spontan berlutut, “ Mama, ananda mohon maaf, saya takkan berani berbuat kurang ajar. Mereka sendiri yang merebut baju saya begitu saya letakkan di ember. Mana berani saya menyuruh mereka untuk mencuci baju saya. Jika saya harus kembali ke Indonesia, baiklah Mama, namun mohon Mama tidak marah. Saya akan segera pulang ke Indonesia untuk membuktikan bakti kepada Mama.”</p>
<p>Tan A Wie adalah anak berbakti, pandai, dan ganteng, tentu banyak disukai gadis – gadis di kampungnya. Namun karena beliau selalu menurut, maka berangkatlah beliau ke Indonesia.</p>
<p>Tak lama setelah itu, atas prakarsa sang mertua, berlangsunglah pernikahan beliau. Kemudian mertuanya memberikan kepercayaan penuh untuk mengelola seluruh bisnis keluarga. Berkat kerajinan dan kejujuran beliau, usaha terus berkembang dari agen sepeda beliau menjadi agen onderdil mobil. Usahanya semakin maju pesat, namun sering kali juga beliau dirugikan oleh teman – temannya karena kepolosannya. Beliau tak ingin bermain curang dan kasar. Saat itu beliau juga menjadi wakil ketua sebuah kelenteng yang terletak di Jalan Duku, Surabaya.</p>
<p>Dalam pergaulannya yang luas, Tan A Wie dikenal sebagai sosok pria muda yang sukses dan berpenampilan sederhana. Beliau sangat disenangi oleh banyak orang tak terkecuali juga teman – teman wanita yang menyukainya. Walau begitu, Tan A Wie tetap menjaga kesusilaan.</p>
<p><strong>Memasuki Wadah Ketuhanan</strong></p>
<p>Tahun 1961 merupakan babak kehidupan baru bagi Tan A Wie yang memohon Ketuhanan di Vihara Dharma Maitreya Jl. Kenjeran-Surabaya. Tentu Sesepuh Cahaya Maitreya sangat senang dan berkali – kali mengucapkan selamat karena beliau berjodoh dengan Buddha Maitreya. Kebetulan pada masa itu Sesepuh Cahaya Maitreya pernah mengenal Tan A Wie ketika membeli sepeda.</p>
<p>Setelah pendiksaan dan penjelasan Tri Mustika, Tan A Wie merasakan Keluhuran Jalan Ketuhanan. Sejak itu menjadi aktif datang ke Vihara dan belajar bervegetarian. Di bawah bimbingan Sesepuh Cahaya Maitreya, Tan A Wie semakin terpanggil untuk membina dan mengemban misi suci Ketuhanan. Rasa hormat kepada Sesepuh Cahaya Maitreya sebagai guru spiritual, menjadikan beliau sebagai seorang pembina yang patuh. Tak terpikir bahwa beliau adalah pengusaha besar. Hingga tahun 1967 Tan A Wie diangkat sebagai Pandita Muda (<em>Thancu</em>).</p>
<p>Perkembangan usaha <em>Thancu </em>Tan A Wie semakin maju, hingga mampu membuka bank dengan direktur utama beliau sendiri. Di sela – sela kesibukan berbisnis, beliau tetap bisa meluangkan waktu ke Vihara sebagai aktivis saleh dan rendah hati.</p>
<p>Terbersit di hati beliau untuk merintis vihara di beberapa kota. Maka pada tahun 1968 untuk pertama kalinya beliau membangun Vihara di Madiun. Suatu ketika Sesepuh Cahaya Maitreya mengajak beliau ke Malang untuk bertemu dengan Sesepuh Maitreyawira. Saat bertemu, Sesepuh Cahaya Maitreya memperkenalkan <em>Thancu </em>Tan A Wie sebagai umat yang tulus. Sesepuh Maitreyawira sangat senang dan bertanya, “ Apa pekerjaanmu kini?”</p>
<p>“Saya mengelola sebuah bank!” jawab <em>Thancu</em> Tan A Wie. Mendengar jawaban tersebut, Sesepuh Maitreyawira langsung terdiam. <em>Thancu </em>Tan A Wie menjadi kaget dan tak enak hati. Beliau merasa ada firasat tak baik hingga berfikir “Mungkin saya salah, gara – gara berbicara mengelola bank, sehingga Sesepuh menjadi tak senang. Pasti ini pekerjaan yang tak baik, sebagai siswa Ketuhanan tak pantas hidup dari makan bunga orang lain. Baiklah, setelah pulang ini saya akan segera tutup bank dan ganti haluan saja”. Demikian pola pikir <em>Thancu </em>Tan A Wie yang lugu. Terhadap atasan, beliau sangat patuh dan hormat.</p>
<p>Akhirnya Thancu Tan A Wie berganti usaha dari bank menjadi usaha hasil bumi. Beliau mendirikan agen kentang, sehingga beliau harus bolak balik dari Surabaya, Solo dan Yokyakarta.</p>
<p>Melihat kesibukan baru Thancu Tan A Wie ini, Sesepuh Cahaya Maitreya menjadi tergugah, karena di tengah usaha tersebut masih dimungkinkan untuk mengembangkan Ajaran Ketuhanan di tempat lain. Maka setiap kali <em>Thancu </em>Tan A Wie berangkat ke Solo atau Yokyakarta, Sesepuh Cahaya Maiteya turut serta. Hingga akhirnya dua daerah itu berhasil didirikan Vihara, berkat bantuan <em>Thancu </em>Tan A Wie.</p>
<p>Ketulusan, tanggung jawab, dan kejujuran Thancu Tan A Wie, mengantar beliau mendapatkan Kuasa Firman Tuhan sebagai Pandita dan menyatakan hidup sici tinggal di Vihara pada tahun 1970. Pada tahun itu juga Pandita Tan A Wie merintis Jalan Ketuhanan di Bandung hingga berhasil dibangun Vihara Maitreya Duta, yang kini dikenal dengan Angklung nuraninya.</p>
<p>Menjadi Pandita adalah mengemban kuasa Firman Tuhan dan membawa misi kabar sukacita Maitreya untuk menyelamatkan jiwa insane manusia. Ini berarti harus berkonsentrasi penuh dalam Ketuhanan. Itulah prinsip Pandita Tan A Wie. Karena itulah beliau melepas semua bisnis dan usaha yang sudah dirintis selama ini dan dengan kesadaran tinggi, PAndita Tan A Wie mewariskan kepada anaknya.</p>
<p>Yang Arya Maha Sesepuh Ong (Hao Che Ta Ti) selalu memuji sikap tersebut, “Kalian para Pandita Indonesia haurs meneladani Pandita Tan A Wie yang bisa melepaskan seluruh usaha dan bisnis. Beliau sepenuh hati dan sekuat tenaga mengembang jayakan Jalan Ketuhanan!”</p>
<p>Dalam membina dan mengembangkan misi, Pandita Tan A Wie tak pernah menyesal dan mengeluh. Walaupun beliau harus menghadapi berbagai rintangan, hidup dalam kesederhanaan dan keprihatinan. Hal ini juga sampai dikritik anak dan cucunya yang melihat kehidupan Pandita Tan A Wie tersebut. Masukan tersebut ditanggapi dengan hati teguh nan kasih sebagai orang tua yang bijak. Dalam hatinya, kelak anak dan cucunya akan mengerti karena misi dari Lao Mu lebih berarti.</p>
<p><strong>Bertemu dengan She Mu</strong></p>
<p>Sewaktu ada kesempatan ke Taiwan, Sesepuh Maitreya pernah mengajak Pandita Tan A Wie, untuk melaporkan keadaan Wadah Ketuhanan di Indonesia kepada She Mu (Ibu Guru Suci). Biasanya setiap kedatangan Sesepuh atau Pandita yang hendak bertemu dengan <em>She Mu</em>, harus melalui Yang Arya Maha Sesepuh Ong ( <em>Hao Che Ta Ti</em> ). Setelah itu beliau akan menyampaikannya kepada <em>She Mu</em>, siapa – siapa yang datang dan ingin bertemu. Tentu saja tidak sembarangan orang yang dapat bertemu <em>She Mu</em>, bila tidak memiliki jodoh Ketuhanan yang kuat dan rendah hati dalam membina, cukup dengan mendengarkan nama yang disebutkan Yang Arya,<em> She Mu</em> sudah tahu latar belakang orang tersebut.</p>
<p>Pandita Tan A Wie termasuk orang beruntung. Bahkan <em>She Mu</em> memberi nasehat dan wejangan penting kepada Pandita. Tak lupa memberikan dua cinderamata berupa sebuah prasasti berukuran selitar 20 cm x 6 cm dalam bentuk ukiran huruf mandarin, bertuliskan “<strong>Sabar Dan Baik – Baik membina</strong>” dan sebuah keramik berbentuk buah <em>Sien Thau</em>. Pandita merasa sangat terkesan dan terharu atas perhatian dan kelembutan hati <em>She Mu.</em></p>
<p>Pada tahun 1973 Pandita Tan A Wie mengikuti Pertobatan Agung di Vihara Palmerah, Jakarta dan berikrar untuk mendirikan Vihara bersama Sesepuh Cahaya Maitreya sampai ke Bali, Bogor, Jakarta Pusat, dan daerah – daerah lainnya. Terkadang Pandita pergi sendiri mendapat tugas untuk membangun Vihara. Seperti pada tahun 1981, Sesepuh Cahaya Maitreya menitahkan “Sebaiknya Pandita membangun Vihara di Bangka. Di sana banyak benih – benih Buddha yang belum terselamatkan. Bila ada waktu kita pergi sama – sama dulu untuk mencari lokasi, bagaimana menurut Pandita?”</p>
<p>Pandita Tan hanya menjawab, “Baik, baik, baik Sesepuh!” Inilah sikap Pandita Tan A Wie, selalu siap menerima tugas tanpa niat kedua. Kemudian, kedua Pandita ini bolak balik dari Surabaya dan Bangka, perjalanan yang cukup jauh dan meletihkan. Apabila demi untuk menghemat uang, mereka turun naik bus dan Kapal Feri memakan waktu hampir tiga hari.</p>
<p>Atas jasa Sesepuh Cahaya dan Pandita Tan A Wie, berdirilah Vihara Citra Maitreya di jalan Bukit Intan II Pangkalpinang, Bangka pada tahun 1983. Waktu itu di Bangka belum ada Vihara yang lain. Masyarakat Bangka serba ingin tahu dan menyambut gembira atas berdirinya Vihara. Dalam waktu singkat banyak masyarakat yang datang memohon Ketuhanan, sehingga Vihara menjadi ramai. Bahkan orang – orang dati Jebus, sebuah desa terpencil yang memakan waktu tempuh tidak kurang dari empat jam dari Pangkalpinang juga datang memohon Jalan Ketuhanan dengan beramai – ramai menyewa bus. Jumlah mereka sampai 300 orang.</p>
<p>Mengetahui akan luhurnya Jalan Ketuhanan dan jarak tempuh ke Vihara yang jauh merupakan hambatan mereka untuk membina diri. Memohonlah mereka kepada Pandita Tan A Wie agar di daerah Jebus dibangun pula sebuah Vihara.</p>
<p>Melihat ketulusan hati umat – umat Jebus tersebut, Pandita Tan A Wie langsung menyanggupinya tanpa pikir panjang. Pada tahun 1984 Vihara Dharma Citra di Jalan Bukit Lintang, Jebus diresmikan.</p>
<p>Pada tahun 1986 Pandita Tan A Wie merenovasi Vihara Maitreya Duta – Bandung, dengan uang pribadi sebesar tiga puluh juta rupiah. Vihara tersebut menjadi representatif. Inilah satu contoh ketulusan dari beliau yang tanpa ragu berkorban apa saja demi kemajuan Wadah Ketuhanan.</p>
<p>Kesibukan Pandita Tan A Wie demi misi Ketuhanan tak kenal istirahat. Tak peduli seberapa besar tenaga yang dikeluarkan, semuanya dikaryabaktikan untuk umat.</p>
<p>Dalam umur semakin menua, fisik tubuh yang semakin lelah dan letih, sangat tidak menunjang semangatnya unutk terus menggali lahan – lahan baru, membangun Vihara seperti Belinyu. Sebelumnya beliau pernah ke Belinyu beberapa kali untuk mencari lokasi, bahkan mengajak Sesepuh Cahaya Maitreya. Namun lokasi tanah yang sesuai sulit didapat, sementara badan sudah lemah dan sakit – sakitan. Rasanya pekerjaan rumah dari Lao Mu demikian banyak dan kewajiban belum terlaksana semua. Akhirnya, semangatlah yang diwariskan kepada para generasi muda. Amanat mendirikan Vihara di Bangka pun diteruskan kepada Pandita Suniyanti.</p>
<p>Pandita Tan dalam kunjungan terakhir ke Bangka dengan tubuh terseok – seok berkata, ”Saya tidak bisa lagi melihat kalian, ini adalah yang terakhir kali. Baik baiklah membina dan sebagai kenang – kenangan terakhir hanya jalan ini yang bisa ku aspal buat kalian.” Itulah karya bakti terakhir yaitu membuat jalan lebih baik untuk umat di Vihara Citra Maitreya di Jalan Bukit Intan II, Pangkalpinang yang hingga tahun 1987 kondisi jalannya masih memprihatinkan. Pada tahun ini juga beliau kembali ke pangkuan Lao Mu, dan Lao Mu memuliakan namanya dan dianugerahkan kedudukan Maha Dewa yang diketahui pada penulisan pasir di Vihara Buddha Maitreya, Malang pada bulan Desember 1987 dengan gelar kesempurnaan <strong>MING CIE TA SIEN.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maitreyavoice.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maitreyavoice.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maitreyavoice.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maitreyavoice.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maitreyavoice.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maitreyavoice.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maitreyavoice.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maitreyavoice.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maitreyavoice.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maitreyavoice.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maitreyavoice.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maitreyavoice.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maitreyavoice.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maitreyavoice.wordpress.com/634/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=634&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-23-september-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/081c88253968344520faca999ecea0f9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maitreyavoice</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LaWa-22 September 2010</title>
		<link>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-22-september-2010/</link>
		<comments>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-22-september-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 15:18:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maitreyavoice</dc:creator>
				<category><![CDATA[LaWa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maitreyavoice.wordpress.com/?p=632</guid>
		<description><![CDATA[Gladi Rohani Kader Maitreya Yogyakarta Gladi Back To Nurani Palembang Perayaan HUT Vihara Pelita Maitreya Medan ke-13 Gladi Rohani Kader Maitreya Yogyakarta Gladi Rohani Kader Maitreya atau lebih dikenal dengan GRKM dapat dikatakan merupakan acara retret nurani karena didalamnya sendiri selain diisi dengan bimbingan dharma, juga ada sharing dan malam keakraban. GRKM ini merupakan acara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=632&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong>Gladi Rohani Kader Maitreya Yogyakarta</strong></li>
<li><strong>Gladi Back To Nurani Palembang</strong></li>
<li><strong>Perayaan HUT Vihara Pelita Maitreya Medan ke-13<span id="more-632"></span></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Gladi Rohani Kader Maitreya Yogyakarta</strong></span></p>
<p>Gladi Rohani Kader Maitreya atau lebih dikenal dengan GRKM dapat dikatakan merupakan acara retret nurani karena didalamnya sendiri selain diisi dengan bimbingan dharma, juga ada <em>sharing </em>dan malam keakraban. GRKM ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Vihara-vihara yang ada di Yogyakarta dengan tujuan/harapan dapat memperkuat iman dan meningkatkan rasa persaudaraan antar umat-umat seketuhanan.</p>
<p>Untuk GRKM kali ini tema yang dibahas adalah “ Teguhkan Iman Bersama Buddha Maitreya, Jadilah Terang Bagi Dunia “ yang diasuh langsung oleh Bapak Pdt. Halim Zen Bodhi. Pelaksanaannya selama 3 hari dari tanggal 10 -12 September 2010 di Kaliurang, Yogyakarta. Untuk pembukaan, tentunya tidak lain dimulai dengan ritual xian gong, doa, dan khou shou demi kelancaran acara dan semoga Lao Mu dan Buddha Maitreya menerangi para peserta, dengan cahaya kebijaksanaan sehingga kami dapat menginsafi setiap inti dari ceramah yang diberikan. Setelah itu baru dimulai dengan kata sambutan dari ketua panitia dan peresmian oleh para pandita, baru selanjutnya diisi dengan bimbingan dharma, <em>sharing, </em>dan makrab.</p>
<p>Sesi bimbingan dharma diisi oleh Bapak Pdt. Halim Zen Bodhi, isi dari ceramah tentunya sesuai dengan tema GRKM kali ini, yaitu bagaimana dan mengapa kita sebagai murid cucu Buddha Maitreya harus bisa menjaga kestabilitasan iman dan beretika yang tepat dalam pergaulan serta menanggapi isu-isu negatif di tengah era globalisasi ini sehingga kita bisa membawa terang(harapan) bagi dunia.</p>
<p>Intuisi dari saya (Can Julianto) sendiri setelah mengikuti Gladi Rohani Kader Maitreya adalah saya menjadi lebih percaya diri terhadap misi agung Buddha Maitreya dan semakin mantap dalam pergaulan dan menanggapi hal-hal negatif yang berada di sekitar saya baik dari teman-teman kampus yang mayoritas berbeda kepercayaan maupun isu-isu dari media.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Gladi Back To Nurani Palembang</strong></span></p>
<p>Gladi  Back To Nurani ini diadakan dalam rangka liburan Idul fitri di Pusdiklat dan Vihara Cahaya Maitreya Palembang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Sep-12 Sep selama 4 malam 3 hari, peserta yang mendaftar sebanyak 21 orang, terdiri dari 10 orang wanita dan 11 orang pria.</p>
<p>Kegiatan dalam gladi ini selain bimbingan dharma dan kegiatan rutinitas di vihara, ada juga renungan bersama, nobar (nonton bareng) serta diskusi kelompok.</p>
<p>Pada hari pertama peserta tiba, selain pembukaan para peserta juga diputarkan video edukasih yang berdurasi  pendek mengenai etika (qing, xie-xie, duibuqi) yang bertujuan untuk mengajak para peserta supaya bisa menjadi seorang yang beretika nurani dimulai dari gladi ini.</p>
<p>Para peserta juga diberi nama dalam mengikuti gladi ini dan kata pertama para peserta adalah KASIH. Sehingga para peserta bisa menjadikan KASIH sebagai pedoman dalam bertugas dan berkarya. Cth : Kasih itu Memberi, Kasih itu Harmonis, Kasih itu Jujur, Kasih itu Suci, Kasih itu Universal, dll</p>
<p>(total ada 100 kata yang diawali dengan Kata KASIH)  tetapi dalam gladi ini ada 21 macam KASIH</p>
<p>Setiap pagi selain berolahraga peserta juga bersama – sama melakukan perenungan dan intuisi dari para peserta, setelah itu dilanjutkan dengan kebaktian pagi. Dalam 1 hari kegiatan gladi ini dibagi menjadi 7 sesi , para peserta juga diberikan bimbingan dharma mengenai :</p>
<ol>
<li>Pribadi Kasih Budha Maitreya serta mengajak para peserta untuk merealisasikannya</li>
<li>Renungan Kasih Alam mengajak peserta untuk merasakan kasih yang Laomu berikan melalui alam semesta dan mengajak peserta untuk menginsafi kebesaran alam semesta yang senantiasa memberikan segalanya untuk semua makhluk dan para peserta juga diajak untuk merasakan betapa indah dan berharganya nafas kehidupan yang telah LAOMU anugerahkan pada kita.</li>
<li>Riwayat perjuangan pembinaan Y.A. Haocidadi</li>
<li>Riwayat dan renungan perjuangan pembinaan Ibunda Suci</li>
</ol>
<p>Selain itu juga para peserta diberikan materi mengenai instropeksi diri, penilaian kepercayaan diri melalui tabel LOOK INSIDE yang bertujuan untuk mengenal lebih dalam roh percikan LAOMU yang ada pada diri setiap orang.</p>
<p>Selain itu dalam gladi ini juga mengundang para Tanzhu dan foyuan untuk berbagi pengalaman dalam Pembinaan memberikan motivasi mengenai kehidupan yang bermakna. Bimbingan yang di berikan para tanzhu : menyerahkan hidup kita kepada pengaturan Laomu, bersyukur atas segala kondisi yang kita terima baik dalam keadaan baik atau tak menyenangkan. mengajak peserta u senantiasa melihat ke dalam diri yang sebenarnya sdh kita miliki oleh krn itu tak perlu lagi mencari keluar diri. Untuk merasakan kebesaran Laomu, manfaatkanlah waktu sebaik mungkin selagi berkesempatan u shaoxiang khoushou maka lakukanlah dengan tulus. Senantiasa memperkaya diri, ubahlah energi &#8211; menjadi energi  positif dalam diri kita, selain itu lalu pada sesi yang lain juga salah satu foyuan menyampaikan bahwa dengan senantiasa kita bisa bersyukur atas segala kondisi yang kita terima maka Laomu akan meberikan jalan yang terbaik buat kita. dengan merasakan kasih laomu kita baru bisa merubah pribadi kita.  Gladi ini juga mengajak peserta untuk bermain serta bekerja sama merasakan keharmonisan antar sesama. Permainan juga bertujuan untuk melatih kekompakan, kebersamaan, kepedulian para peserta.</p>
<p>Pada hari terakhir gladi 12Sept diadakan tanya jawab dengan para peserta dan foto bersama.  Malam hari diadakan acara penutupan turut mengundang juga umat – umat untuk hadir bersama. Acara berlangsung sederhana diawali dengan bernyanyi bersama lalu intuisi dari setiap peserta, bimbingan Dharma dari Pandita, nonton bersama video klip kegiatan gladi dan terakhir di tutup dengan para peserta nyanyi bersama Ren Jian Jing Tu De Cheng Nuo.</p>
<p>Tomas</p>
<p>Kesan :</p>
<p>Setelah mengikuti gladi ini saya lebih dapat mengenal arti dari kasih yang sesungguhnya dan dapat tinggal di fotang dan lebih dekat lagi dengan MiLeFo. Dan dengan adanya kelas ini juga kami memiliki atau mendapatkan kesempatan untuk lebih banyak mendapatkan ceramah dari para Dcs dan Foyuan. Semoga dengan kelas ini saya dapat lebih memperbaiki diri dan dapat menjadi anak/ cucu MiLeFo dan semoga setelah selesai kelas ini saya dapat lebih semangat dalam membantu misi MiLeFo. 加油!</p>
<p>Pesan :</p>
<p>Diharapkan agar acara ini terus dapat diadakan walapun sekarang pesertanya tidak begitu banyak. Tapi yakin dan percaya next … peminat gladi ini akan banyak( promosinya lebih ditingkatkan lagi).</p>
<p>Cynthia</p>
<p>Kesan :</p>
<p>Saya merasakan kekeluargaan yang baru saya dapat dalam acara gladi ini. Bisa bersama-sama melakukan , mewujudkan misi LaoMu. Bisa lebih berinstropeksi ke dalam diri. Mencoba untuk memperbaiki kesalahan yang ada di dalam diri kita .</p>
<p>Pesan:</p>
<p>Mari ciptakan dunia satu keluarga dan menciptakan keharmonisan dengan yang lain…</p>
<p>Untuk peserta Gladi Back to Nurani jiayou!!!</p>
<p>Merry</p>
<p>Kesan :</p>
<p>Selama mengikuti kelas ini saya merasa kalau waktu itu sangatlah berharga. Selama ini saya merasa kurang memanfaatkan waktu dengan baik. Di kelas ini, waktu yang ada dapat diatur dengan sedemikian baik. Selain itu juga kami dapat saling berbagi satu sama lain, kami juga dapat saling bekerja sama satu sama lain. Selain itu, dharma-dharma yang diberikan sangatlah berguna untuk kami semua. Dengan itu, kami akan menjadi lebih sadar dan dapat memperbaiki diri agar manjadi lebih baik dari sebelumnya .</p>
<p>Pesan :</p>
<p>Semoga diklat/gladi ini dapat dilaksanakan lagi pada tahun-tahun berikutnya walaupun hanya dilaksanakan 3 hari, tapi semua ini dapat membuat kami menjadi lebih baik daripada hanya menghabiskan waktu selama 3 hari dengan sia-sia.</p>
<p>Ricky</p>
<p>Kesan :</p>
<p>Gladi Back to Nurani ini sangatlah bagus. Mungkin pada awalnya kita tidak merasakan apa-apa, tetapi setelah beberapa hari saya merasakan luhurnya gladi ini. Mungkin tidak ada kesempatan kedua bagi kita untuk mengikuti diklat seperti ini.</p>
<p>Pesan :</p>
<p>Semoga diklat-diklat seperti ini dapat berlanjut lagi dan terus berkembang.</p>
<p>Xiexie Dcs cibei</p>
<p>Xiexie gewei foyuan cibei</p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Perayaan HUT Vihara Pelita Maitreya Medan ke-13</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bulan Agustus Vihara Pelita Maitreya Medan merayakan HUT ke-13. Acaranya dimulai pukul 19.30 malam setelah kebaktian, dihadiri oleh Pandita Lie dan Pandita Chen serta umat sedharma. Mula-mula Awang Tan Zu maju menyampaikan sambutannya. Beliau berkata bahwa Vihara Pelita Maitreya sudah berumur yang ke-13, semoga bertambah maju dan banyak umat yang aktif. Setelah itu MC masuk dan acara kesenian dimulai. Dengan KLC SMB, kemudian disusul dengan KLC oleh Grup Papa Mama dengan judul lagu Chan Lan Hui Huang de Sheng Ming. Setelah itu pemotongan kue ultah dan menyanyikan lagu ulang tahun kemudian makan bersama.</p>
<p>Selain itu para hadirin juga dihibur dengan nyanyian solo oleh Mini,  disusul dengan duet oleh Vetty dan Rudy, dan dilanjutkan oleh Dewi dengan lagu Semilir Angin, dan diakhiri oleh Melly. Dan acara terakhir adalah drama musical dengan tema bencana alam akhir zaman. Dan penyelamat kita dari bencana adalah Buddha Maitreya.</p>
<p>Pada adegan pertama itu ditampilkan kehidupan desa yg damai , tenang dan penuh suka cita. Dalam adegan itu ada nyanyian solo yang dibawakan oleh Rudi dan pembacaan puisi. Dan prolog dimulai pada adegan dua yaitu ttg seoarang wanita kaya yg suka kecantikan, kemudian adegan 3 itu tentang anak-anak sekalah yg suka bolos dan suka hura hura, dugem, dan suka mempengaruhi murid lain untuk ikut mereka dugem. Dan di adegan ke 4 itu ditampilkan tentang peperangan. Akhirnya pada adegan ke-5 ditampilkan bencana sudah datang, orang-orang panik sana sini , semuanya hancur. Dan tibalah buddha maitreya menyelamatkan manusia.</p>
<p>Tak ketinggalan acara terakhir adalah foto-foto.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maitreyavoice.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maitreyavoice.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maitreyavoice.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maitreyavoice.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maitreyavoice.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maitreyavoice.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maitreyavoice.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maitreyavoice.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maitreyavoice.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maitreyavoice.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maitreyavoice.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maitreyavoice.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maitreyavoice.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maitreyavoice.wordpress.com/632/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=632&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-22-september-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/081c88253968344520faca999ecea0f9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maitreyavoice</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LaWa-8 September 2010</title>
		<link>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-8-september-2010/</link>
		<comments>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-8-september-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 15:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maitreyavoice</dc:creator>
				<category><![CDATA[LaWa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maitreyavoice.wordpress.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[Selubung Penutup Buddhist Center Kaltim Dibuka Sekolah Percontohan program Senin Tanpa Daging-Meat Free Monday untuk Indonesia.SMP Vianney, Jakarta Vegetarian Fiesta di Makassar Selubung Penutup Buddhist Center Kaltim Dibuka Miliki 5 Lantai, Terbuka untuk Semua Mazhab Setelah pembangunannya dimulakan pada Agustus 2007 lalu lewat pemancangan tiang perdana, kemarin (21/6), Buddhist Center Provinsi Kaltim yang juga merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=629&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong>Selubung Penutup Buddhist Center Kaltim Dibuka</strong></li>
<li><strong>Sekolah   Percontohan program Senin Tanpa Daging-Meat Free Monday  untuk Indonesia.SMP Vianney,   Jakarta</strong></li>
<li><strong><strong>Vegetarian Fiesta di Makassar<span id="more-629"></span></strong></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Selubung Penutup Buddhist Center Kaltim Dibuka</span></strong></p>
<p>Miliki 5 Lantai, Terbuka untuk Semua Mazhab</p>
<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>Setelah pembangunannya dimulakan pada Agustus 2007 lalu lewat   pemancangan tiang perdana, kemarin (21/6), Buddhist Center Provinsi Kaltim   yang juga merupakan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) untuk mazhab   Maitreya dan Maha Vihara Sejahtera Maitreya Samarinda di Jl DI Pandjaitan,   Samarinda Utara, melewati prosesi Topping Off atau pembukaan selubung penutup   utama.</p>
<p>Puncak acara ini berupa penekanan   tombol sirene pembuka selubung utama oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak,   Direktur Jenderal (Dirjen) Agama Buddha Kementerian Agama (Kemenag) Republik   Indonesia, Kakanwil Kemenag Kaltim HM Kusasi dan sejumlah undangan lainnya   termasuk Bhikkhu asal Thailand, Bhiksu dan Bhiksuni mazhab Mahayana serta   Tantrayana.</p>
<p>Selubung itu menutupi sebuah   ornamen bangunan berupa pucuk menata seperti kuncup bunga yang di atasnya   terdapat simbol Roda Dhamma sebagai lambang ajaran Buddha. Secara teknis   pembangunan sentral kegiatan umat Buddha di Kaltim ini dianggarkan untuk   menelan dana sebesar Rp60 miliar. Sejak peletakan batu pertama di 2007 lalu   hingga kini, sudah menyerap sekitar Rp30 miliar yang dihimpun dari donasi   umat.</p>
<p>&#8220;Untuk struktur dan konstruksi   sudah rampung sepenuhnya, terlihat dari badan bangunan dan semua kaitannya.   Sedangkan secara keseluruhan baru rampung hampir 50 persen karena interior,   pembangunan ruangan-ruangan di dalam dan di masing-masing lantai masih   dikerjakan,&#8221; jelas Pandita Hendri Suwito, koordinator panitia pembangunan   dalam waktu terpisah.</p>
<p>Tak hanya megah, bangunan yang   berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektare ini pun akan menjadi salah satu   basis kegiatan umat termasuk ibadah, pembinaan dan aneka aktivitas lainnya.</p>
<p>Dengan bangunan 5 lantai dan 1   lantai parkir (underground), maka keleluasaan pun bisa kian terasa. Mengingat   umat Buddha yang tergolong minoritas di Samarinda.<br />
Lantai 1 akan menjadi Graha Sakyamuni atau menjadi ruang puja bagi umat Buddha   secara umum. Ini menunjukkan keterbukaan terhadap semua mazhab agama Buddha   yang ada. Berupa aula luas berisi pratima atau patung Buddha Gotama,   Bodhisatta Avalokitesvara atau Dewi Guanyin serta Bodhisatta Sangharama atau   Dewa Guan Gong. Aula ini memiliki langit-langit yang tingginya menyentuh   dasar lantai 3. Lalu Graha Sakyamuni sendiri akan diapit ruang restoran   vegetarian serta mini market.</p>
<p>Lantai 2 akan diisi dengan ruang   kelas playgroup dan taman kanak-kanak. Lantai 3 akan diisi dengan wisma atau   kamar tidur untuk kegiatan yang memerlukan penginapan serta ruang serbaguna.</p>
<p>Lantai 4 akan diisi dengan kamar   para sesepuh dan Pandita atau petinggi umat Buddha aliran Maitreya. Barulah   di lantai paling atas akan dijadikan Bhakti Sala atau ruang ibadah khusus   bagi umat Buddha aliran Maitreya serta di Roof Garden atau taman terbuka yang   berada di kanan dan kiri.</p>
<p>&#8220;Nantinya Buddhist Center   ini juga akan menjadi tempat Diklat (pendidikan dan pelatihan, Red)   keagamaan. Sehingga terasa besarnya peranan Buddhist Center ini di masa   mendatang. Dan kami sepenuhnya mengucapkan terima kasih atas dukungan   masyarakat Kaltim secara umum untuk kelancaran pembangunan ini,&#8221;   tukasnya mengakhiri.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Sekolah   Percontohan program Senin Tanpa Daging-Meat Free Monday untuk Indonesia</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>SMP Vianney,   Jakarta</strong><br />
</span></p>
<p>Atas   kerjasama IVS dan UI dengan Sekolah SMP Vianney menyelenggarakan kampanye   perdana Senin Tanpa Daging (MFM) yang diliput oleh Metrotvnews, pada kamis,   tanggal 15 July 2010 . SMP Vianney merupakan sekolah percontohan program MFM   di Indonesia. Acara tersebut dibuka oleh kepala Sekolah SMP Vianney Bpk Enga   Simeon yang dihadiri oleh para guru-guru wali kelas dan para murid-murid   sekolah dari kelas satu &#8211; tiga yang berjumlah lebih kurang 500 murid. Kakak UI memberikan   pemaparan tentang kesehatan &#8211; gizi &#8211; lingkungan selanjutnya pemaparan oleh   Drs. Susianto MKM tentang Makanan Sehat &#8211; Gizi Vegetarian dan pemutaran film   tentang Crying of Life. Kakak UI juga memperkenalkan permainan kartu dan gambar   yang berhubungan dengan Makanan Sehat &#8211; Gizi &#8211; Lingkungan kepada para murid   secara berkelompok dan bergiliran sehingga para murid memperoleh pengetahuan   secara jelas dalam penjelasan seminar dan workshop permainan.</p>
<p>Para murid dan guru-guru wali   kelas sangat antusias mengikuti pemaparan dan penjelasan oleh Drs. Susianto   MKM dan menyampaikan beberapa pertanyaan yang sangat berbobot dan kritis yang   berhubungan Kesehatan, Gizi Vegetarian dan Lingkungan serta pembunuhan satwa   yang semestinya dapat dihindari.<br />
Ada siswa yang bertanya,&#8221;Jika daging tidak baik untuk kesehatan kita   lalu apa penggantinya?&#8221;</p>
<p>Bahkan ada yang   menanyakan,&#8221;Bagaimana mekanisme susu dapat menyebabkan tubuh malah   kehilangan kalsium?&#8221;<br />
Akhir seminar sebuah   tantangan dilempar ke siswa siswi,&#8221; Adik-adiiik, Vegan susah tidaaak?<br />
Tidaaaaak, jawab mereka<br />
&#8220;Semuaa siaaap   Vegaaan?&#8221;<br />
&#8220;Siaaaaap&#8230;.&#8221;   jawab mereka serempak<br />
Ada guru yang   mengatakan,&#8221;Kita selama ini telah bias informasi, kita harus punya cara   membendung pencitraan dari iklan yang ada selama ini agar anak-anak dapat   memilih apa yang terbaik buat mereka&#8221;.<br />
Mereka sangat terkesan   dan ingin belajar lebih jauh untuk bervegetarian yang dimulai dengan Senin   Tanpa Daging (MFM) dan menjadi pelopor sekolah yang pertama di Indonesia.   Program Senin Tanpa Daging bahkan telah diterapkan sejak MOS, siswa-siswi   baru diwajibkan membawa bekal Tanpa Daging selama MOS mulai dari hari Senin,   Selasa, Rabu seminggu sebelum kampanye diselenggarakan. Agenda selanjutnya,   tanggal 28 Juli 2010, akan diadakan sosialisasi program MFM ke orang tua   murid sekaligus pelatihan masak Vegan yang juga melibatkan kantin sekolah   agar orang tua murid dan pengelola kantin mengetahui prinsip-prinsip mengolah   menu Vegan yang variatif.</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Vegetarian Fiesta di Makassar</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p>Pada tanggal 11-23 agustus 2010 ivs cabang makassar mengadakan vegetarian fiesta bagi para membernya. Acara ini berlangsung di sekretariat ivs makassar. pesertanya terdiri dari muda-mudi hingga lanjut usia. semua peserta sangat antusias mengikuti event tahunan ini.</p>
<p>Dalam kegiatan ke 4 ini terdapat beberapa perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya antara lain senam kasih alam, menyanyi lagu tentang alam, presentasi kesehatan tentang pentingnya vegetarian agar bisa panjang usia dan lingkungan(global warming), demo jus sehat &amp; ice cream vegan, pemeriksaan kesehatan, games ,bazaar and fancy fair.</p>
<p>Semua dikemas sedemikian rupa agar para member yang masih belum bervegetarian dapat mengambil langkah nyata bervegetarian setiap hari. peserta yang mengikuti kegiatan ini diwajibkan bervegetarian selama 2 minggu..</p>
<p>Pada akhir kegiatan ini tanggal 23 agustus 2010 dilakukan pemutaran slide seputar kegiatan-kegiatan yg sudah djalani dan dilalui bersama,penguatan tekad VEGetariAN ,dan undangan ke meat free monday class sebagai tindak lanjut dari tekad bervegetarian. Kelas senin tanpa daging ini dilakukan dalam rangka promo VEGetariAN ke masyarakat luas sehingga mereka dapat bervegetarian minimal 1 x dalam 1 minggu yaitu hari senin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maitreyavoice.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maitreyavoice.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maitreyavoice.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maitreyavoice.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maitreyavoice.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maitreyavoice.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maitreyavoice.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maitreyavoice.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maitreyavoice.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maitreyavoice.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maitreyavoice.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maitreyavoice.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maitreyavoice.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maitreyavoice.wordpress.com/629/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=629&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-8-september-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/081c88253968344520faca999ecea0f9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maitreyavoice</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LaWa-1 September 2010</title>
		<link>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-1-september-2010/</link>
		<comments>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-1-september-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 15:10:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maitreyavoice</dc:creator>
				<category><![CDATA[LaWa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maitreyavoice.wordpress.com/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[Kapolda Kunjungi Vihara Citra Maitreya Ceramah Pandita Su di Pusdiklat Buddhis Maitreyawira Kapolda Kunjungi Vihara Citra Maitreya Pada hari kamis, 22 Juli 2010 sekitar pukul 18.50 Wib Kapolda Kep. Babel Brigjend Pol Drs. H. M. Rum Murkal melakukan kunjungan ke Vihara CITRA MAITREYA. Pada malam itu Kapolda didampingi Dir Intelkam AKBP Drs. Sutanto, SH, Kabid [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=627&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong><strong>Kapolda Kunjungi Vihara Citra Maitreya</strong></strong></li>
<li><strong>Ceramah Pandita Su di Pusdiklat Buddhis Maitreyawira<span id="more-627"></span></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Kapolda Kunjungi Vihara Citra Maitreya</strong></span></p>
<p>Pada hari kamis, 22 Juli 2010 sekitar pukul 18.50 Wib Kapolda Kep. Babel Brigjend Pol Drs. H. M. Rum Murkal melakukan kunjungan ke Vihara CITRA MAITREYA. Pada malam itu Kapolda didampingi Dir Intelkam AKBP Drs. Sutanto, SH, Kabid Humas AKBP Djoko Purnomo, SIK, Kapolresta Pangkalpinang AKBP Drs. Margiyanta, SH dan Wadir Intelkam Kompol Ade Johan Sinaga, SIK. Kunjungan ini langsung diterima oleh Pembimas (Pembina Masyarakat) Hindu dan Budha Kanwil Depag Prov. Kep. Babel Ibu Yayuk dan Kepala Vihara Citra Maitreya Ibu Pandita Suni Yanti serta Ketua GEMABUDI (Generasi Muda Mudi Budis Indonesia) Bpk Bambang selaku moderator acara.</p>
<p>Kedatangan mereka pada malam tersebut di sambut dengan Tarian Kasih Semesta dari Aktifis Muda Vihara Citra Maitreya dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Pandita Suni Yanti yang mengatakan bahwa Umat Hindu dan Budha mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Kapolda untuk mengunjungi Vihara dan lebih lanjut disampaikan bahwa umat Hindu dan Budha mendambakan cinta damai, dan mempunyai satu tujuan untuk membentuk Masyarakat yang tertib, aman dan damai di Bangka Belitung.</p>
<p>Setelah itu Bapak Kapolda diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutannya. Pertama-tama Kapolda dalam sambutannya menyampaikan bahwa seharusnya yang mengucapkan terima kasih adalah Kapolda karena kesediaan Umat Hindu dan Budha khususnya yang hadir di Vihara Cirta Maitreya untuk menerima kedatangan dan berdialog dengan Kapolda beserta rombongan. Selanjutnya Kapolda menjelaskan bahwa pada hakekatnya sesuai dengan HAM manusia itu memiliki hak yang diantaranya adalah :</p>
<ol>
<li>Setiap manusia/mahkluk hidup yang ada diatas dunia memiliki hak yang      sama untuk dapat hidup dan tidak ada satu orang pun yang boleh melukai,      menyakiti dan membunuh.</li>
<li>Semua manusia berhak untuk memeluk agama/keyakinan sesuai dengan apa      yang diyakini.</li>
<li>Semua manusia memiliki hak untuk dilindungi seluruh harta bendanya.</li>
<li>Semua manusia memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya dimuka umum.</li>
</ol>
<p>Kemudian Kapolda menyampaikan bahwa Tugas pokok Polri adalah menjaga keamanan dan ketertiban dalam negeri, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat. Dan secara universal tugas pokok polisi diseluruh dunia termasuk Polri adalah memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam rangka melaksanakan tugas memberikan perlindungan dan pelayanan Polri tidak dapat bekerja sendirian, tetapi Polri harus bermitra dengan seluruh elemen-elemen masyarakat, termasuk apa yang dilakukan oleh Kapolda saat ini mengajak masyarakat Hindu dan Budha untuk bermitra dengan kepolisian yang ada di Polda Kep. Babel.</p>
<p>Dengan bermitra sangat diharapkan partisipasi masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan masing-masing dengan cara menjadi polisi bagi dirinya sendiri, memberikan informasi-informasi kepada Polisi dan memiliki no. telp. Polisi agar setiap ada kejadian dilingkungan masing-masing dapat segera menghubungi petugas Kepolisian.</p>
<p>Mengakhiri sambutannya Kapolda Kep. Babel mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat atas partisipasinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta Kapolda menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan yang dilakukan oleh petugas kepolisian dalam melaksanakan tugas dilapangan, namun demikian Kapolda akan tetap terus berusaha untuk meningkatkan kinerja anggotanya dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat kearah yang lebih baik</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Ceramah Pandita Su di Pusdiklat Buddhis Maitreyawira</span></strong></p>
<p>Hari Sabtu, 31 Juli 2010 Pandita Su dari Taiwan yang mengisi sesi ceramah jam 19.30 di Pusdiklat Buddhis Maitreyawira. Baik para pandita, tan zu, fyn, pengabdi, aktivis hingga umat dari berbagai vihara pun menyempatkan diri untuk hadir.</p>
<p>Para hadirin dihibur terlebih dahulu dengan persembahan lagu berjudul Fu Mo Da Di Ge dan Qian Fo Wan Sheng Ge oleh Four Brothers. Setelah itu Maha Pandita Citrawira memberikan sambutan singkat. Beliau mengatakan bahwa Pandita Su adalah wakil terdekat kedua Maha Sesepuh. Kehadirannya mewakili kedua Maha Sesepuh untuk mengisi sesi dharma, mengingat seharusnya kedua Maha Sesepuh akan mendatangi ibukota bulan Agustus. Akan tetapi karena Tanah Suci E Mei sudah dalam tahap perampungan, kedua Maha Sesepuh sangat sibuk sehingga kedatangan tersebut dibatalkan. Meskipun demikian, kedua Maha Sesepuh tetap menyampaikan salam mereka pada wadah Ketuhanan di Indonesia, semoga semakin berkembang jaya dan para pandita, tz, fyn, para pengabdi, aktivis, dan umat sehat selalu. MP Citrawira juga mengatakan bahwa misi kedatangan Pandita Su, selain memberi bimbingan pada Sabtu malam itu, juga akan menyampaikan ceramah di Hotel Ciputra pada hari Minggu jam 2 siang dengan tema Membina Ketuhanan dengan Kesehatan Lahir dan Batin. Hanya dengan tubuh sehat kita dapat membabarkan Ketuhanan.</p>
<p>Akhirnya sesi yang ditunggu-tunggu pun tiba. Pandita Su memulai ceramah dengan tema “Membangun Benteng Awan untuk Menghadapi Bencana Dunia” Seperti yang telah kita ketahui, di mana-mana sering kita dengar tentang bencana di dunia yang semakin dashyat, mengingat manusia juga semakin jauh dari moral dan membabi-buta mencari di luar diri seperti pangkat, popularitas, kedudukan, harta, dsb. Berbagai bencana telah membuktikan bumi sedang sakit. Para ilmuwan menegaskan krisis Global Warming dan pencairan es di KU dan KS sehingga diprediksikan bahwa akan terjadi perubahan sumbu medan magnet. Hasil deteksi para ilmuwan memprediksikan bencana dashyat ini adalah badai matahari ber-ion tinggi. Sekarang ini terus terjadi pergeseran di berbagai kawasan sehingga perubahan kerak bumi seperti gempa bisa terjadi kapan saja. Lapisan ozon yang semula melindungi bumi semakin menipis. Berbagai bencana dan sinar perusak langsung masuk ke bumi. Maha Sesepuh menegaskan, sekecil apapun kemungkinan bencana yang terjadi, kita tetap harus berhati-hati.</p>
<p>Terjadinya bencana sesungguhnya menandakan masa matangnya karma baik dan karma buruk massal juga penyisihan untuk memisahkan Buddha dan mara. Yang jahat akan musnah tersisihkan dan yang baik akan bertahan. Oleh karena itu kita harus senantiasa berpaling memperbaikki diri dan bertobat sampai sebersih-bersihnya karena apa yang kita lakukan tidak lepas dari rahmat Tuhan dan budi kebajikan Tri-Buddha. Semuanya hanya kewajiban hati nurani, memang sudah seharusnya kita lakukan. Selama satu siklus alam semesta, masa kini adalah masa yang paling kritis, di mana kita akan mempertanggungjawabkan tugas kita berupa seberapa besar kebajikan luhur dan kebijaksanaan diri sendiri. Perjuangan masa sekarang inilah yang menentukan hasilnya di kemudian hari.</p>
<p>Mengingat bencana terus bermunculan untuk tahap penyisihan ini, apakah lantas tidak ada harapan? Apakah kita tidak beruntung dilahirkan di masa sekarang? Apakah karena bencana, lantas kita bersantai menunggu bencana yang memusnahkan kita? Justru kita sebenarnya sangat beruntung, apalagi kita bisa mendapatkan jalan Ketuhanan, membina diri, membantu MLF mewujudkan ikrar agung-Nya. Oleh karena itu kita harus senantiasa bersyukur karena telah mendapatkan jalan Ketuhanan. Sesungguhnya selesainya peradaban lama akan digantikan peradaban baru. Itulah bumi suci. Sebelum terwujudnya bumi suci, inilah masa penyisihan untuk mengelompokkan yang baik dan jahat dengan bencana. Kita tidak perlu takut karena kita adalah siswa Maitreya, berarti kita akan kembali kepada LAOMU, inilah kesempatan kita berkarya.</p>
<p>Waktu dan kesempatan sungguh sedikit jika mengingat bencana akan terjadi. Dan bagaimana kita menghindarinya?</p>
<ol>
<li>Benteng awan berwujud</li>
</ol>
<p>Inilah Tanah Suci E Mei yang menjadi benteng awan besar dan vihara2 menjadi cabang dari awan besar tersebut. Oleh karena itu kita harus selalu ke Vihara.</p>
<ol>
<li>Benteng awan tak berwujud: Kasih</li>
</ol>
<p>Bagaimana jika terjadi bencana kita tidak berada di Vihara? Oleh karena itu kita juga harus mempunyai benteng awan. Itulah kasih. Buddha Maitreya menjadikan kasih sebagai nama, gelar, marga. Kita bisa lolos dari bencana dengan percaya pada Buddha Maitreya dan mengikuti langkah-Nya dengan mewujudkan kasih. Kasih adalah menguntungkan orang lain. Asal bisa membantu orang lain, harus dikerjakan. Dalam hati selalu punya 1 niat 1 urusan: membantu misi suci Buddha Maitreya mewujudkan dunia 1 keluarga “. Senantiasa memikirkan orang lain dan mewartakan kabar sukacita Maitreya.</p>
<p>Himbauan kasih yang paling mendasar adalah vegetarian. Karma buruk pertama adalah tidak bervegetarian. Vegetarian merupakan dasar kasih. Hanya manusia yang penuh kasih dan mengamalkan Ketuhanan baru punya kesempatan untuk selamat.</p>
<p>Inti kasih adalah Ilahi (xian tian). Segala karya dan urusan bertujuan untuk kembali pada Ilahi. Oleh karena itu kita harus berteguh dalam jiwa Ilahi dan pancarkan kasih. Segera ubah kebiasaan buruk. Jika noda kotor hilang, nurani akan terpancar dengan sendirinya. Dalam diri tidak ada lagi perhitungan dan perbedaan. Hanya berteguh dan pancarkan kasih kita akan terlindung dalam benteng kasih. Setiap hari adalah hari menilik diri. Jadi apa yang bisa saya lakukan untuk Vihara? Asal bisa dikerjakan, perjuangkan semaksimal mungkin.</p>
<p>Kita harus memperjuangkan momen demi wadah Ketuhanan. Leluhur ada dalam tanggungan kita. Sebesar/sekecil apapun sama penting demi misi penyempurnaan Maitreya. Dengan demikian baru bisa membalas rahmat kasih Tuhan. Oleh karena itu di samping membersihkan kotoran batin, bertobat, memperbaikki diri, kita harus memanfaatkan kesempatan menguntungkan semua orang. Kita perlu membekali diri dengan memahami keluhuran Maha Dao Maitreya. Kesempatan yang berlalu tidak bisa kembali lagi. Kesempatan berikutnya adalah sebab jodoh yang baru. Waktu sungguh berharga, jangan disia-siakan. Atur waktu untuk ke Vihara bersujud dan bertobat, dan berkarya dalam tugas Vihara. Menjalin sebab jodoh baik, cinta kasih dengan sesama. LAOMU berharap semua dapat kembali. Kalau tidak merefleksi diri, kita akan mudah goyah oleh segala hal duniawi. Dalam jiwa Ilahi tidak ada kemelekatan. Ilahi pada dasarnya adalah satu.</p>
<p>Demikianlah isi dari ceramah Pandita Su.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maitreyavoice.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maitreyavoice.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maitreyavoice.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maitreyavoice.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maitreyavoice.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maitreyavoice.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maitreyavoice.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maitreyavoice.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maitreyavoice.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maitreyavoice.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maitreyavoice.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maitreyavoice.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maitreyavoice.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maitreyavoice.wordpress.com/627/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=627&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-1-september-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/081c88253968344520faca999ecea0f9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maitreyavoice</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LaWa-18 Agustus 2010</title>
		<link>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-18-agustus-2010/</link>
		<comments>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-18-agustus-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 15:06:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maitreyavoice</dc:creator>
				<category><![CDATA[LaWa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maitreyavoice.wordpress.com/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[ULANG TAHUN VIHARA SARIPUTRA MAITREYA, KEMURNIAN YANG KE 47,1 AGUSTUS 2010 PAGELARAN SENAM KASIH SEMESTA ( DEWASA ) Medan Diklat kebudayaan Maitreya angkatan 8 dan pembukaan diklat angkatan 9 Palembang ULANG TAHUN VIHARA SARIPUTRA MAITREYA, KEMURNIAN YANG KE 47 1 AGUSTUS 2010 Pada hari minggu tanggal 1 Agustus 2010, salah satu dari 3 vihara tertua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=624&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong>ULANG TAHUN VIHARA SARIPUTRA MAITREYA, KEMURNIAN YANG KE 47,1 AGUSTUS 2010</strong></li>
<li><strong>PAGELARAN SENAM KASIH SEMESTA ( DEWASA ) Medan</strong></li>
<li><strong>Diklat kebudayaan Maitreya angkatan 8 dan pembukaan diklat  angkatan 9 Palembang<span id="more-624"></span></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">U</span><span style="text-decoration:underline;">LANG TAHUN VIHARA SARIPUTRA MAITREYA, KEMURNIAN YANG KE 47</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>1 AGUSTUS  2010</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p>Pada hari minggu tanggal 1 Agustus 2010, salah satu dari 3 vihara tertua di Jakarta, Vihara Sariputra Maitreya Kemurnian merayakan ulang tahun yang ke 47.Ulang Tahun sebenarnya jatuh pada tanggal 19 bulan 6 ( 30 Juli 2010 ) bertepatan dengan hari kesempurnaan Buddha Kwan Im. Setibanya tim MV di vihara setempat sekitar jam 17.00 WIB, acara dimulai dengan ritual sienkung dan dilanjutkan dengan kebaktian malam bersama. Setelah kebaktian selesai, kemudian panitia langsung bergegas merapikan altar dan menyusun tempat berlangsungnya acara kesenian. Tepat pukul 18.00, dengan dipandu oleh MC Bong Yi Cun dan Lana acara kesenian pun dimulai. Sambil santap malam ,para tamu pun disambut dengan tarian Selamat datang oleh muda/I Vihara Sariputra Maitreya. Tampak hadir Pandita Citra Surya, Pdt. Deng, Pdt. Pheng</p>
<p>Acara pun terus berlanjut, disambung dengan Duet anak SMB, Cindy &amp; Cecilia yang membawakan lagu damai selalu. Suara lantang dari mereka pun mengundang tepuk tangan yang riuh dari para penonton. Kemudian acara pun dilanjutkan dengan chorus lagu Mu Guang Chang Zhao Wo Xin yang dibawakan oleh papa mama vihara setempat. Setelah acara tersebut kemudian diadakan kuis dan doorprize dengan hadiah-hadiah menarik bagi para tamu yang hadir. Tidak sampai disitu, acara pun dilanjutkan dengan doa renungan dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dipimpin langsung oleh Pdt. Citra Surya.</p>
<p>Solo oleh bintang tamu Fenti menjadi acara berikutnya. Dengan lagu Zhi Ran Xing Fu Mian Mian, Fenti berhasil  membuat kagum para penonton dengan suara merdunya yang membuat malam itu menjadi semakin menarik untuk ditunggu.setelah diselingi oleh kuis dan doorprize lagi, acara kemudian berlanjut dengan penampilan oleh bintang tamu yaitu Yosef yang pada malam itu membawakan lagu Lan Tian Zhi ge yang lagi2 mengundang tepuk tangan yang meriah dari para penonton. Anak2 SMB lalu mempersembahkan sebuah tarian “ Alam adalah Keluargaku” yang kemudian diselingin oleh kuis dan dooprize lagi. Setelah itu, Pandita Citra Surya maju memberikan kata sambutan yang sangat bermanfaat bagi kita. Beliau berkata,” kita xiu dao itu harus mengerti, kalau kita tidak mengerti alasan dan tujuan kita xiu dao ban dao, maka setelah beberapa tahun kita akan capek dan menghilang. Dan yang paling penting yang harus kita ketahui tentang berharganya wadah Ketuhanan kita ini adalah Tian Ming dari Tuhan.</p>
<p>Setelah pesan singkat dari Pdt, acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan lagu JIA yang dibawakan oleh bintang tamu Afen yang kemudian dilanjutkan dengan duet oleh kakak adik Jevon dan Jeslyn dengan suara lantangnya membawakan lagu kemilau danau. Hari semakin malam tidak menurunkan semangat para tamu yang hadir dengan kehadiran duet Jenny dan Jonny dengan lagu Qing Feng Zhi Ge.setelah diselingi oleh kuis dan doorprize lagi, adik kecil kita Brinet hadir dengan solo “ Alam adalah keluargaku “ yang dinyanyikan sambil menari, sangat lucu dan menggemaskan sekali.  Tidak sampai disitu, kehadiran tim X2G ( xiao Xia Guang ) juga memberikan suasana meriah tersendiri dengan tarian MLCW yang lincah dari kelima personelnya. Setelah itu, diikutin dengan penampilan tim tarian oleh aktivis  vihara sariputra maitreya dengan lagu Ren Zhi Mei Dai Lai Guang Ming De Shi Jie.</p>
<p>Setelah acara Gong le bersama, acara kesenian kemudian di akhiri dengan Foto bersama Para Pandita, Than cu, Foyen, Panitia dan para umat. Semoga Vihara terus berkembang jaya dan Lao Mu &amp; Mi Le Fo senantiasa memberkati Kita semua. Sampai jumpa tahun depan.^^</p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>PAGELARAN SENAM KASIH SEMESTA ( DEWASA ) Medan</strong></span></p>
<p>Acara yang di selenggarakan pada tanggal 10 Aug 2010 di Sky convention hall , Maha Vihara Maitreya Cemara Asri dimulai pada pukul 9.00 waktu setempat. Di ikuti oleh 14 team dari berbagai vihara di kota Medan  dan peserta yg ikut itu sekitar 200 orang lebih, pesertanya rata-rata berumur 30,40,50 bahkan 80 tahun yang menjadi peserta tertua.</p>
<p>Acara dimulai dengan kata sambutan oleh Pandita Anna Monita, beliau menjelaskan bahwa tujuan perlombaan KLC ini bukanlah demi mendapatkan kemenangan, nama dan juaraMeskipun selama latihan banyak proses yg terjadi. Jerih payah dan susah dalam proses latihan apalagi bagi yang sudah punya anak, mau urus suami dan anak dulu. Selain itu di dalam latihan juga pasti banyak terjadi perbedaan pendapat maka bukan nama dan juara yg di harapkan melainkan yang diharapkan adalah senyuman, semangat, hari siapakah yang paling bagus dan terang cemerlang.</p>
<p>Berlanjut dengan defile tiap-tiap tim yang berjumlah 14 tim makin membuat suasana makin semarak dan heboh.<br />
selain itu acara juga diisi dengan selingan tembang suci dan KLC anak-anak berumur 4 tahun dengan tim Jerapah, anak-anak yang masih lucu-lucu tersebut memberikan intuisinya ketika mengikuti proses latihan KLC. Dari penilaian tim juri akan memberikan 3 kategori yang terbaik dan kateogri lainnya 3 diantaranya yaitu:</p>
<ol>
<li>Xi Gan Jiang Gabungan vihara GG.      SADO, GG SAHABAT dan MALAKA yang berjumlah 20 orang dengan lagu Hu Guang      Zhi ge.<br />
2. Dong Gan Jiang : Gabungan vihara dari Industri ( Sutta Maitreya ) dan      Gandhi ( vihara maha maitreya ) total 28 peserta, dengan lagu CHAN LAN HUI      HUANG DE SHENG MING<br />
3. Mei Gan Jiang : MAHA VIHARA MAITREYA , cemara asri peserta 28      org lagu SINAR FAJAR</li>
<li>selain itu juga  vihara yang lain mendapatkan kategori :      SEMANGAT KASIH oleh Vihara Pelita Maitreya simpang kantor, KOLABORASI,      KEKOMPAKAN, SEMANGAT SPIRIT , SEMANGAT KERIANGAN, dan SEMANGAT      KEHARMONISAN
<p>acara berlanjut hingga pukul 12 siang. Dan diakhir acara para peserta yang      hadir juga diberi kesempatan untuk berfoto bersama dengan timnya      masing-masing. Meskipun baru kedua kalinya diadakan di Medan, namun sudah      berbilang sangat sukses. Karena pengorbanan dan dedikasi para mama dan      papa terlihat dari kesungguhan hati mereka. Dan semoga ini pula yang akan      diajarkan kepada anak-anak dan muda-mudi kita, yang terus bersemangat      sampai tua sekalipun.</li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Diklat kebudayaan Maitreya angkatan 8 dan pembukaan diklat angkatan 9 Palembang</strong></span></p>
<p>Puji syukur kehadapan Tuhan, akhirnya Diklat Kebudayaan Maitreya angkatan 8 telah berjalan dengan sukses. Peserta yang berjumlah 31 orang yang mengikuti diklat kali ini, dan semua peserta berasal dari kota yang berbeda. Diantaranya dari jebus, bengkulu, lampung, surabaya, jakarta, dan palembang. Dan yang paling mengesankan adalah usia mereka yang bisa dibilang agak beragam, mulai dari baru tamat sekolah hingga orang tua juga ada yang mengikuti kelas ini. Dan tema dharma yang dipelajari tiap angkatan juga berbeda, dan angkatan kali ini mempelajari tentang Re Ai Da ziran Song. Dalam penutupannya, para peserta menampilkan beragam kesenian, diantaranya drama nurani yang berjudul Bumi yang Tercinta. Tema ini diangkat karena mengingat film-film 2012 kemarin sempat membooming, dan dari drama ini mengisahkan bahwa sebenarnya Tuhan menciptakan dunia kita ini sangat indah dan setiap insannya hidup dengan berbahagia. Namun karena keserakahan manusia yang ingin menguasai bumi ini, akhirnya tanpa memperdulikan lainnya hingga merusak dan menghancurkan alam. Bahkan peternakan hewan dan mengeksploitasi alam secara membabi buta hingga rusak parah. Setelah hal itu terjadi, dunia menjadi sakit, bukannya melindungi alam, sekarang manusia malahan saling menyalahkan dan tak mengambil sikap untuk mengatasinya.</p>
<p>Para ilmuan mengatakan bahwa 2012 adalah akhir zaman, dan saat itu orang-orang kaya hanya berandalkan uang ingin pindah keluar planet menyelamatkan diri. Lalu bagaimana dengan yang lainnya? Maka dari itu kita harusnya bergandeng tangan menyelamatkan bumi ini, bukan lagi saling mencaci maki, tapi mulai dari hal yang paling mendasar yaitu bervegetarian. Dan yang bisa menyelamatkan bumi ini, tidak lain adalah kita sendiri. Hanya kita yang bisa menyelamatkan dan harus dimulai dari sekarang.Selain drama, juga diselipkan dengan pantun mandarin. Dan motto dari peserta adalah ”312” yang memiliki arti 31 adalah jumlah para peserta yang mempunyai 2 tiang penyangga yang membuat mereka semakin kuat dalam xiudao dan bandao hingga masa depan makin gilang gemilang.</p>
<p>Sedangkan pada angkatan 9 nantinya telah banyak yang telah mendaftar. Angkatan 9 yang dikabarkan akan dibuka pada tanggal 21 agustus- 22 januari 2011 ini, menurut data yang diperoleh telah ada 64 orang yang mendaftar. Jumlahnya 2x lipat lebih banyak dari angkatan 8, dan ibu Pandita Suni mengatakan ini adalah awal yang baik, karena berkah setiap angkatan berbeda dan dari angkatan 8 inilah yang membawakan angin segar membuat setiap angkatan berikutnya hingga bisa lebih baik lagi, selain itu karena bertepatan dengan hari Ayah, maka para peserta menyanyikan lagu Ayah Handa Terkasih versi mandarin dan mempersembahkan bunga kepada Bpk. Pdt. Wang yang hadir pada saat itu.Dan dari diklat ini telah banyak mencetak banyak kader yang berjuang dalam wadah ketuhanan, bahkan telah mengikuti diklat buddhasiswa. Semoga diklat yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan dan skill namun juga keimanan kita ini akan Mile dadao. Dan untuk memeriahkan acara para peserta menarikan shijie yi jia dalam 2 versi gerakan. Dan dimeriahkan oleh seorang anak TK, yang menyanyikan lagu ”Mama de Yanjing” dan 2 anak sekolah Maitreyawira juga membacakan puisi wo de mama dan wo de baba</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maitreyavoice.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maitreyavoice.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maitreyavoice.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maitreyavoice.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maitreyavoice.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maitreyavoice.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maitreyavoice.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maitreyavoice.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maitreyavoice.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maitreyavoice.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maitreyavoice.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maitreyavoice.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maitreyavoice.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maitreyavoice.wordpress.com/624/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=624&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-18-agustus-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/081c88253968344520faca999ecea0f9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maitreyavoice</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LaWa-11 Agustus 2010</title>
		<link>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-11-agustus-2010/</link>
		<comments>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-11-agustus-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 14:57:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maitreyavoice</dc:creator>
				<category><![CDATA[LaWa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maitreyavoice.wordpress.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[BAKTI SOSIAL-Pengobatan Gratis.Vihara Mustika Maitreya dan Vihara Kasih Maitreya BAKTI SOSIAL-Pengobatan Gratis Vihara Mustika Maitreya dan Vihara Kasih Maitreya 25 Juli 2010,Pademangan.Jakarta Utara Puji Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa Serta cinta Kasih dari Buddha dan Bodhistawa Puji syukur dan Terima Kasih kepada TYME, Karna kembali lagi kita sebagai mahkluk social yang hidup Untuk saling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=622&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong>BAKTI SOSIAL-Pengobatan Gratis.Vihara Mustika Maitreya dan Vihara Kasih Maitreya<span id="more-622"></span></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">BAKTI SOSIAL-Pengobatan Gratis</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Vihara Mustika Maitreya dan  Vihara Kasih Maitreya</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">25 Juli 2010,Pademangan.Jakarta Utara</span></strong></p>
<p>Puji Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa</p>
<p>Serta cinta Kasih dari Buddha dan Bodhistawa</p>
<p>Puji syukur dan Terima Kasih kepada TYME, Karna kembali lagi kita sebagai mahkluk social yang hidup Untuk saling mengisi, dapat menjalankan sebuah kegiatan social yang mana merupakan kewajiban kita sebagai manusia untuk saling tolong menolong.</p>
<p>Memanfaatkan Kesempatan ini,Pada hari minggu, Tgl 25 Juli 2010 Bertempat di Pademangan tepatnya di vihara mustika Maitreya, telah berlangsung sebuah kegiatan social yakni pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini merupakan agenda dari Majelis Pandita Budha Maitreya ( MAPANBUMI ) Pusat. Yang mana setiap Tahunnya Rutin mengadakan kegiatan amal ini. Bakti social pengobatan gratis ini diadakan mulai pukul 09.00 hingga 12.00, dan semua panitia pelaksana yang berjumlah +- 30 orang ini diisi oleh aktivis-aktivis dari vihara mustika maitreya dan vihara kasih maitreya, karna 2 vihara ini terletak di daerah yang sama yakni pademangan. Ketua panitia pelaksana ini adalah Ko  Cin Hua didampingi oleh Tancu Efendi yang memang sudah tidak asing lagi dalam kegiatan-kegiatan social seperti ini, Ibu Pandita Che Selaku pimpinan Vihara Mustika Maitreya Juga turut mengawasi jalannya Kegiatan bakti social ini.</p>
<p>Tentu acara bakti social ini membutuhkan persiapan-persiapan agar semuanya dapat berjalan dengan hasil yang memuaskan. Adapun salah satu persiapannya adalah melakukan koordinasi dengan RT dan RW setempat, membagi-bagikan Kupon dan membuat proposal proposal untuk penggalangan dana. Pembentukan panitia dari 2 vihara yaitu VIhara Mustika maitreya dan kasih maitreya. Masyarakat yang datang tidak hanya diberikan obat, tetapi juga mendapat makanan kecil dan baju yang layak pakai.</p>
<p>Kegiatan ini dilakukan dengan Berbagai tujuan, salah satunya yaitu menyebarkan kasih terhadap sesama dan saling tolong menolong, dalam hal ini yaitu penduduk-penduduk sekitar.Bakti social ini merupakan yang ketiga/keempat kalinya bagi vihara mustika maitreya. Tentu dari tahun ketahun mengalami kemajuan. Baik dari jumlah pasien, maupun persiapan yang lebih baik.</p>
<p>Antusias penduduk yang berpartisipasi dalam acara ini cukup tinggi, ini terbukti dengan banyaknya jumlah pasien yang datang. Perlu diketahui pada tahun pertama dilaksanakan acara ini jumlah pasien adalah kurang lebih 300 orang, Tahun kedua +- 400 orang dan kali ini diperkirakan lebih dari 400 orang. Masyarakat yang ingin datang berobat, bisa membawa kupon yang sudah diberikan, Tetapi bisa juga datang berobat tanpa membawa Kupon. penyakit yang sering ditemui adalah infeksi saluran pernafasan seperti batuk, pilek ataupun infeksi kulit. Jika pasien mengalami penyakit khusus maka, akan direferensikan ke rumah sakit. Berbagai obat-obatan yang tersedia juga mencukupi kebutuhan. Dokter yang turut berpartisipasi berjumlah 5 orang,mereka adalah dokter-dokter dari kalangan vihara yang sudah lulus.</p>
<p>Berikut ini adalah kutipan wawancara.</p>
<ol>
<li>Bersama Ibu Pandita Che</li>
</ol>
<p>Q : Dcs Ci Bei apa tujuan dari kegiatan Bakti social ini</p>
<p>A : Ini merupakan kegiatan Rutin setiap tahun untuk membantu mereka masyarakat</p>
<p>Sekitar yang kurang mampu.</p>
<p>Q : Visi dan Misi dari acara ini :</p>
<p>A : Visi dan Misi acara ini merupakan Visi dan Misi dari MAPANBUMI</p>
<p>Q : Bakti social kali ini, merupakan yang keberapa kalinya :</p>
<p>A : Yang Ketiga Kalinya</p>
<p>Q : Apakah Jumlah Peserta Cukup Banyak :</p>
<p>A : Ya, Cukup banyak yang berpartisipasi dari tahun ke tahun</p>
<p>Q : Apakah pengobatan gratis ini untuk Umum dan Apakah Harus menggunakan Kupon</p>
<p>A : Ya, Pengobatan Gratis ini Untuk Umum dan tidak harus membawa kupon.</p>
<p>Q : Pesan Dcs untuk Semua Sobat Maitreya :</p>
<p>A : Semoga Setiap Vihara bisa melakukan Bakti social untuk tolong menolong sesame.</p>
<p>Xie Xie Dcs Ci bei</p>
<ol>
<li>Bersama Ketua Panitia dan Tancu Efendi</li>
</ol>
<p>Q : Bagaimana Kondisi pada acara bakti social kali ini :</p>
<p>A : Ramai, Peserta cukup antusias untuk berpartisipasi</p>
<p>Q : Apakah Setiap Tahunnya ada Agenda Khusus Untuk Acara Baksos ini</p>
<p>A : Ya, ini Merupakan agenda tahunan dari DPP MAPANBUMI</p>
<p>Q : Berapa jumlah Kupon yang diberikan :</p>
<p>A : Kurang lebih ada 600 kupon.</p>
<p>Q : Bagaimana Penanganan Terhadap penyakit-penyakit yang dialami pasien</p>
<p>A : Untuk penyakit ringan dan umum bisa kita tangani, tetapi jika penyakit berat,</p>
<p>Maka akan direferensikan ke rumah sakit.</p>
<p>Q : Berapa jumlah panitia yang ikut :</p>
<p>A : Kurang lebih ada 30 Orang</p>
<p>Q : Bagaimana dengan Pendanaan :</p>
<p>A : Kita membuat proposal proposal untuk mencari sponsor, bisa dari teman teman bisnis,</p>
<p>Umat-umat Vihara dan maupun yang bukan umat.</p>
<p>Q : Bagaimana kesan dari para peserta :</p>
<p>A : Mereka sangat senang dan berterima kasih atas pengobatan Gratis ini.</p>
<p>Q : Acara kali ini berlangsung berapa lama :</p>
<p>A : Dimulai pada pukul 09.00 hingga 12.00 atau melihat situasi dan kondisi, jika masih</p>
<p>Ramai pada jam jam terakhir maka akan ada dispensasi waktu.</p>
<p>Q : Dokternya darimana saja :</p>
<p>A : Dari kalangan Vihara yang sudah lulus dan sudah jadi dokter.</p>
<p>Q : Apakah ada spesifikasi untuk umur peserta :</p>
<p>A : Tiada ada , Semua umut bisa datang berobat.</p>
<p>Q : Kesan dan Pesan dari Tancu Efendi :</p>
<p>A : Kegiatan ini bisa dilaksanakan dimasing-masing Tempat.</p>
<p>Meningkatkan rasa persaudaraan dan persahabatan</p>
<p>Merupakan bentuk cinta kasih umum dari Buddha Maitreya ( Milefo )</p>
<p>Baksti social yang universal, tidak melihat perbedaan.</p>
<ol>
<li>Bersama seorang Peserta</li>
</ol>
<p>Q : Selamat Siang ibu, Namanya Siapa :</p>
<p>A : Rahma</p>
<p>Q : Bagaimana Kesan dan Pesan ibu terhadap Kegiatan Baksos ini :</p>
<p>A : Bagus Sekali, Dokternya Baik-Baik</p>
<p>Q : sudah yang keberapa kali mengikuti baksos ini dan mengetahuinya dari siapa</p>
<p>A : Baru yang pertama, Tahunya dari RT</p>
<p>4:   Bersama Dokter San-San</p>
<p>Q : Selamat Siang, Namanya Dokter :</p>
<p>A : San – San</p>
<p>Q : Tamatan darimana Univ apa dan tahun</p>
<p>A : Dari UNTAR tahun 2010</p>
<p>Q : Sudah pernah Ikut baksos sebelumnya dan ini yang keberap ?</p>
<p>A : Sudah , ini yang kedua kalinya</p>
<p>Q : Kesan dan Pesan :</p>
<p>A : Senang Sekali, Bisa bergabung dalam baksos ini, Semoga bisa dipertahankan tiap</p>
<p>Bulan diberbagai vihara.</p>
<p>Q : Aktif divihara mana  ?</p>
<p>A : Vihara Diana Maitreya, Grogol.</p>
<p>Q: Pesan kepada sobat Maitreya :</p>
<p>A : Selagi masih muda, Manfaatkan waktu sebaik-baiknya.</p>
<ol>
<li>Bersama dokter sandi</li>
</ol>
<p>Q : Selamat siang, namanya :</p>
<p>A : Sandi</p>
<p>Q : Tamatan darimana Univ apa dan tahun</p>
<p>A : Dari Universitas Trisakti Tahun 2003</p>
<p>Q : Sudah pernah Ikut baksos sebelumnya dan ini yang keberapa ?</p>
<p>A : Sudah , ini yang ke 6 atau 7</p>
<p>Q : Kesan dan Pesan :</p>
<p>A : Senang,Banyak anak muda yang bisa terlibat.Masih ada anak-anak yang mengalami</p>
<p>Kekurangan Gizi.</p>
<p>Q : Penyakit apa yang sering ditemui dan obat-obatan yang tersedia ?</p>
<p>A : Penyakir umur seperti Batuk, Pilek, darah tinggi , obat-obatan Cukup.</p>
<p>Q : Aktif divihara mana :</p>
<p>A : di Vihara Diana Maitreya , Grogol.</p>
<p>Q:  Pesan kepada sobat Maitreya</p>
<p>A : Muda mudi terus berkarya, Banyaklah terlibat dalam acara social.</p>
<ol>
<li>Bersama Panitia :</li>
</ol>
<p>Q:  Halo, Namanya siapa saja :</p>
<p>A : Acen,aling,Erni,Nisia</p>
<p>Q : Acen, sudah brp kali ikut baksos ini dan kesannya</p>
<p>A : Sudah 2 kali, banyak yang berpartisipasi</p>
<p>Q : Aling, Apa suka dukanya</p>
<p>A : Senang, Bisa membantu orang lain, Paling sedikit capek.</p>
<p>Q : Erni , Kesan pesannya</p>
<p>A : Melihat Sisi lain kehidupan yang belum berkecukupan dan mengambil hikmahnya.</p>
<p>Q : Nisia, Kesan dan Pesannya</p>
<p>A : Menarik, Bisa membantu saudara-saudara yang lain.</p>
<p>Oke Semuanya, Xie Xie ya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maitreyavoice.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maitreyavoice.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maitreyavoice.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maitreyavoice.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maitreyavoice.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maitreyavoice.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maitreyavoice.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maitreyavoice.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maitreyavoice.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maitreyavoice.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maitreyavoice.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maitreyavoice.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maitreyavoice.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maitreyavoice.wordpress.com/622/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=622&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-11-agustus-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/081c88253968344520faca999ecea0f9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maitreyavoice</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LaWa-28 Juli 2010</title>
		<link>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/619/</link>
		<comments>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/619/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 14:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maitreyavoice</dc:creator>
				<category><![CDATA[LaWa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maitreyavoice.wordpress.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[HUT Pusdiklat Buddhis Maitreyawira Jakarta yang ke 16- 18 Juli 2010 Cerdas Cermat SMB Intuisi Peserta Diklat Buddhasiswa angkatan 24 Taiwan HUT Pusdiklat Buddhis Maitreyawira Jakarta yang ke 16- 18 Juli 2010 Acara yang dimulai pukul 14.30 ini dimulai dengan tarian Grup Ama-ama dengan lagu pembukannya yaitu Gong Le Zhi Ge. Meskipun hanya terdiri dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=619&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong>HUT Pusdiklat Buddhis Maitreyawira Jakarta yang ke 16- 18 Juli 2010</strong></li>
<li><strong><strong>Cerdas Cermat SMB</strong></strong></li>
<li><strong>Intuisi Peserta Diklat Buddhasiswa angkatan 24 Taiwan<span id="more-619"></span></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>HUT Pusdiklat Buddhis Maitreyawira Jakarta yang ke 16- 18 Juli 2010</strong></span></p>
<p>Acara yang dimulai pukul 14.30 ini dimulai dengan tarian Grup Ama-ama dengan lagu pembukannya yaitu Gong Le Zhi Ge. Meskipun hanya terdiri dari 10 orang dan usia mereka pun telah lanjut, namun semangat yang dibawakan dan senyum mereka selalu terpancar keluar. Hati yang penuh kebahagiaan tersebut juga membuat penonton tertawa karena melihat keluguan dari ama-ama tersebut. Lagu pembuka lainnya yaitu dengan judul Sinar Fajar yang dibawakan oleh Redmond. Dan Four Brothers dengan persembahan 2 buah lagu ” Qian Fo Wan Sheng Ge” dan ”Mu Yu Zai Ci Mu De da Ai li” dengan perpaduan berbagai warna suara, tinggi rendahnya membuat penonton hanyut dan tenggelam dalam nyanyian yang merdu.</p>
<p>Selanjutnya dilanjutkan dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Pdt. Halim selaku wakil koordinator Korda 3. beliau menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan YME dan Hao Ci Dadi karena tanpa Beliau, maka tidak ada Tianzhen sampai sekarang ini yang dibangun. Ketika 16 tahun yang lalu, masih teringat ketika Hao Ci Dadi bersama Dirjen Hindu Buddha bersama-sama meresmikan Pusdiklat Buddhis Maitreyawira Jakarta dan Tian zhen berkembang sampai saat ini. Saat itu Maha Vihara Tianzhen ini adalah yang terbesar di seluruh Indonesia, namun tak disangka 16 tahun berlalu telah banyak vihara-vihara besar dikota lain yang dibangun. Hingga Tianzhen terlihat sudah begitu kecil. Meskipun demikian, namun kekuatan untuk mengaktifkan kader-kader, baik itu dari foyuan, tanzhu, Dcs dan umat-umat juga bersama-sama membahu untuk memajukan Tianzhen ini. Pada kesempatan ini pula Pdt mengucapkan rasa terima kasih kepada kepala Korda 3, para pandita, tanzhu, foyuan dan umat-umat yang telah berjuang bersama untuk memajukan Tianzhen. Dan Bpk. Pdt. Juga menyampaikan harapannya yaitu semoga setiap pihak makin saling membangun, bersama-sama menjelang masa depan yang gilang gemilang, membawakan keteduhan dan kedamaian bagi kita semua, dan semoga Tianzhen makin bercahaya berkembang jaya.</p>
<p>Selanjutnya dilanjutkan oleh kata sambutan yang disampaikan oleh ketua koordinator Korda 3, Bpk.Pdt. Hussar Djamin. Beliau menyampaikan bahwa kita harus memajukan Tian zhen, terutama dalam bidang etika. Dan beliau melaporkan perkembangan orang-orang yang qiu dao di Indonesia tahun 2009 yaitu sebanyak 7553 orang dari 67 vihara diseluruh Indonesia. Sedangkan bila dibandingkan dengan Negara Jepang, kita masih kalah jauh. Jepang dalam 1 tahunnya bisa mengajak sebanyak 12.000-15000 orang. Karenanya Yan Qian Ren berpesan agar setiap Pandita sampai umat lebih giat lagi untuk mengajak orang mendapatkan jalan ketuhanan. Dan diakhir katanya Bpk. Pandita juga mendoakan wadah ketuhanan makin berkembang jaya, dan setiap umat makin bersatu untuk membantu misi MLF.</p>
<p>Kata sambutan ketua koordinator Korda 3, Xu Dcs menyampaikan bahwa dulu terbentuknya Mapanbumi yaitu sekitar Agustus tahun 1975. saat itu operasionalnya Mapanbumi juga berpindah-pindah dan Tianzhen juga merupakan salah satu tempat beroperasinya Mapanbumi, hingga saat ini berpindah di Maha Vihara Cemara Asri Medan. Namun tidak menjadi masalah, Bpk.Pandita teringat akan pesan suci dari Zou Qian ren yang dulu pernah mengatakan bahwa bila ada pohon yang mengakar kuat, maka barulah ada cabang, ranting dan dahan yang banyak dan rimbun. Awalnya Bpk. Pandita merasa tak percaya, namun terbukti dengan hadirnya Tianzhen di Indonesia, barulah</p>
<p>sekarang dibuka kembali vihara-vihara diIndonesia yang sekarang makin banyak hingga mencapai 12 Maha Vihara dalam 60 tahun sejarah ketuhanan di Indonesia. Dan ini juga dibutuhkan kebersamaan dari segala pihak untuk saling bergandeng tangan membantu misi suciNya. Selain itu kita juga haruslah memperhatikan kesehatan badan maupun rohani. Jangan terus mencari uang hingga melupakan tubuh ini. Keduanya harus dijaga keseimbangannya. Jangan bekerja terus hingga lupa akan refreshing, tapi juga jangan terlalu lama refreshing hingga melupakan untuk kembali bekerja.</p>
<p>Acara dilanjutkan dengan pengumuman lomba cerdas cermat yang pada bulan Juni telah dilaksanakan dan dari kategori anak-anak dimenangkan oleh William, Girven, Peter. sedangkan dari kategori remaja dimenangkan oleh Masnah, Jimmy, Melissa masing-masing mendapatkan piala penghargaan dan juga bingkisan menarik. Semoga makin banyak anak-anak yang mengikuti sekolah minggu Maitreya, karena selain mandarin yang diajarkan namun juga masih ada etika, tarian semesta yang membuat jiwa dan raganya makin sehat dan selaras dengan alam. Karena merekalah yang menjadi penerus dari generasi kita.</p>
<p>Acara puncak yaitu drama nurani yang berjudul ”Mengejar Kebahagiaan”. Drama ini menceritakan tentang seorang kakek yang bernama Ahok mengingat masa mudanya dulu. Saat masih kecil, Ahok juga pernah mengikuti tarian kasih semesta, namun dia merasa terlalu mudah dan teman-temannya tak bisa menari dengan baik. Maka ia tidak bahagia karenanya. Ketika pulang si Ahok dinasehati oleh neneknya, bahwa dalam berkarya itu harus bisa memaklumi dan menerima kekurangan orang lain. Selain itu dalam menari hendaknya mempunyai hati untuk membahagiakan orang-orang disekitar. Jadi dengan seperti itu jiwa makin lapang dan mudah untuk berbahagia. Setelah usia Ahok menanjak remaja, dia menyukai dan berpacaran. Namun sayangnya dia tidak mengerti perasaan dan keinginan dari sang pacar, hingga membuat sang pacar merasa terkekang olehnya. Hingga saat itu dia menyadari apa yang dilakukannya telah salah. Dia pun menyesal dan meminta maaf atas kesalahannya. Untungnya sang gadis memahaminya. Saat ditempat kerja, Ahok merasa tidak puas akan tempat kerjanya, teman kerjanya pun juga merasakan demikian. Gaji yang tak pernah naik dan fasilitas yang masih kuno membuat mereka tidak betah disana, meskipun telah bekerja lama disana. Tapi tiba-tiba ada seorang OB yang muncul dengan hati riang gembira dan menyapu lantai. Ketika ditanyai kenapa bisa demikian bahagia, jawabnya sangat simpel. Memang gajinya tak pernah kunjung naik, setiap hari pun yang dilakukannya sama yaitu menyapu. Namun ia lebih baik memilih untuk berbahagia daripada mengerutu dan menyalahi orang lain. Itu akan membuat diri makin sedih dan jauh dari kebahagiaan. Drama ini disisipi oleh sebuah persembahan lagu dari Boy Band yang membawakan lagu ”Zi RanXingFuMianMian”. Dan dimasa tuanya, Ahok bersembah sujud menyatakan</p>
<p>syukurnya karena berkat bimbingan kasih Tuhan, Maitreya dan Para Buddha lah hingga akhir hidupnya dia merasakan kebahagiaan. Dan percaya dengan hati yang syukur, memaklumi orang lain, menerima orang lain dan hati untuk membahagiakan orang lain akan membuat dunia ini menjadi damai harmonis dan satu keluarga. Diakhir drama ditutup dengan persembahan lagu dari para papa dan aktifis dewasa T</p>
<p>ianzhen dengan lagu ” Yi Jia Ren” dan lagu ”Jia”</p>
<p>Melengkapi doa dan harapan dari para umat, maka persembahan lagu ”Pray for The Lord” dibawakan oleh Tanzhu ming jian dan Shengfu, fy. Selain itu X2G membawakan lagu ”Zhan Qi Lai Ba Mi Le Qing Nian” . dan seluruh pengisi acara juga mengajak semua hadirin untuk bersama-sama menarikan senam sukacita Gongle zhige yang menjadi penutup acara kesenian tersebut.</p>
<p>Sebelum menyantap hidangan, dilakukan dulu ritual kebaktian dan sujud rasa terima kasih kepada Tuhan. Semoga dengan bertambahnya usia dari Pusdiklat Buddhis Maitreyawira Jakarta ini, wadah ketuhanan makin berkembang jaya, masa depan gilang gemilang dan setiap makhluk makin berbahagia.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Cerdas Cermat SMB</strong></span></p>
<p>Tgl.6 Juni 2010, babak penyisihan cerdas cermat dimulai. Babak penyisihan pun dibagi menjadi 2 kelompok sesuai hasil rapat panitia, yaitu gabungan kelas 2-4 (kelas kecil) dan gabungan kelas 5-7 (kelas besar). Jadi, secara otomatis soal-soalnya pun akan lebih menantang untuk kelas besar. Kelas 1 sengaja tidak diikutkan karena rata-rata umur muridnya 3-5 tahun.</p>
<p>Acara cerdas cermat kemudian dibuka oleh 3 MC yang juga adalah Lao Shi SMB, yaitu Ati, Mi Wan, dan Afen. Tak lupa mengenalkan para juri, ada You Li Fy, Qiu2 Fy dan Suki Fy. Acara ini juga dihadiri oleh orang tua lohh…J</p>
<p>Cerdas cermat pun dimulai dengan babak penyisihan untuk kelas kecil. Babak penyisihan ini dilakukan 2x karena ada tim yang ikut sedangkan meja dan bel hanya ada 5 dan masing-masing babak ada 3 putaran:</p>
<p>- Pilihan Ganda (5 soal)</p>
<p>Tim peserta menulis jawaban di atas kertas yg disediakan dan ditunjukkan ke MC</p>
<p>ketika waktu habis secara serentak.</p>
<p>- Pilih Amplop</p>
<p>Nilai terendah dari putaran 1, mempunyai kesempatan pertama untuk mengambil</p>
<p>amplop dan menjawab sejumlah pertanyaan. Nilai jawaban untuk masing-masing</p>
<p>soal pun beragam (progresif). Soal nomor 2 è 200, nomor 5 è 500, dst.</p>
<p>- Babak Rebutan</p>
<p>Babak rebutan inilah yang paling seru karena dilengkapi dengan bel hasil rakitan</p>
<p>aktivis Pademangan. J</p>
<p>Oh iya sampe lupaaa..jenis pertanyaannya beragam lowhh..dari etika, dharma, cerita Budha, tebak lagu, Mandarin, pengetahuan umum sampe menulis doa juga ada! J</p>
<p>Untuk kelas besar juga sama putarannya hanya soal lebih menantang.</p>
<p>Kemudian untuk babak final (20 Jun 2010), 3 tim teratas dari kelas kecil dan kelas besar. Putaran pada babak final hanya ada dua yaitu pilih amplop dan babak rebutan. Untuk pilih amplop sama dengan babak penyisihan. Namun, untuk babak rebutan sedikit berbeda. Karena nilai jawaban progresif dan jika jawaban salah, nilai akan dipotong sesuai dengan nilai soal tersebut.</p>
<p>Juara Kelas Kecil        : William, Girven, Peter</p>
<p>Juara Kelas Besar        : Masnah, Jimmy, Melissa</p>
<p>Masing-masing anggota dari tim pemenang mendapatkan piala dan bingkisan yang juga diumumkan dan dibagikan di Ulang Tahun Tien Cen yang ke-16 Minggu kemarin (18/07).</p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Intuisi Peserta Diklat Buddhasiswa angkatan 24 Taiwan</strong></span></p>
<ol>
<li><strong>Berpijak pada Keilahian dalam Membina</strong></li>
</ol>
<p>Atas rahmat Kasih Tuhan dan Budi kebajikan Kedua Guru Agung, diklat Buddhasiswa telah berjalan dengan lancar dilaksanakan. Datang dari 15 neegara yang berbeda dan terdiri dari 150an lebih buddhasiswa, sungguh jodoh yang tak disangka. Apalagi hidup bersama didalam rumah Tuhan yang tiada tara. Sungguh jodoh yang berharga yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.</p>
<p>Dalam kesempatan kali ini Wang Qian Ren masih membahas tentang          tema ”berpijak pada Keilahian dalam membina” selain itu juga paling ditekankan            untuk menerima tugas dan selalu memberi seperti alam yang selalu memberi, dan           ini juga selalu dipraktek nyatakan oleh kedua sesepuh yang terus menanggung             beban dan selalu memberi. Selain mendengarkan dharma, masih ada lagi     mempelajari lagu-lagu nurani. Salah satunya lagu ”Para patriat ketuhanan”, lagu     ini membuat kita makin mensyukuri akan kebesaran para patriat yang berjuang  demi kita semua, baik darah, keringat, waktu, masa muda bahkan nyawanya untuk            membantu wadah ketuhanan. Didalam membina dibawah kasih Tuhan dibawah           kuasa cintaNya kita akan merasakan kebesaraNya yang tiada tara.</p>
<ol>
<li><strong>Dharma Sejati, Kebenaran sejati, Firman Tuhan      sejati</strong>.      (陳海慈)</li>
</ol>
<p>Bisa mengikuti Diklat Buddhasiswa yang ke 24, adalah pengaturan LAOMU yang sangat luar biasa, selain bersyukur hanya bisa bersyukur. Dalam diklat ini hx menyadari Dharma Sejati, Kebenaran Sejati, Dharma Sejati. Yaitu hati nurani kita inilah emanasi dari LAOMU yang menjadi raja segala kitab, Bunda laksa Buddha-Boddhisatva. Dan hati nurani ini ada dalam diri kita. Oleh karena itu dalam kehidupan sehari-hari kita harus membiarkan hati nurani menjadi pengendali diri kita dengan cara tidak meninggalkan kasih. Satu kesejatian maka sejatilah segalanya. Hal ini bisa kita amalkan dalam hidup sehari-hari, antara lain merasakan kasih LAOMU, sungguh bahagia dan puas. Kemampuan berpikir adalah harta berharga yang diberikan oleh LAOMU, membangunkan kita yang selama ini tidak sadar. Membina Ketuhanan tidak memandang usia.</p>
<p>Saat belajar menyanyi, mendengar lagu Dao Tong Li Dai Zhu Shi, hx          tidak dapat menahan air mata, bersalah atas rahmat Tuhan dan kebajikan guru.           Dari lirik lagu, bisa dihayati bahwa demi penyelamatan triloka, Dao Tong Li Dai         Zu Shi dalam hidupnya selalu berkorban, berkarya, mengeluarkan darah, keringat,  air mata, waktu, bahkan nyawa. Kebaktian, kesetiaan, kasih demi umat manusia          berkorban pun tidak apa.</p>
<p>Bisa berada dalam Dharma Sejati, Kebenaran Sejati, Firman Tuhan sejati    untuk membina diri, betapa berbahagianya. Hati nurani pada dasarnya adalah     alami. Asalkan hati nurani menjadi pengendali dalam diri, barulah kita bisa          melaksanakan misi penyelamatan tri loka. Saya mendoakan semoga para     Buddhasiswa angkatan 24, selama masih bisa bernafas, saya akan berusaha           mengamalkan 3 hati pengasih, memancarkan kasih yang sebenarnya ada dalam       diri kita semua.</p>
<ol>
<li><strong>Belajar untuk bertanggung jawab dan      berkorban. </strong><strong>林宸堂</strong>\<strong> </strong></li>
</ol>
<p>Merupakan sebab jodoh yang baik bisa mengikuti Diklat Buddhasiswa       angkatan 24 yang sudah lama diidamkan. Karena welas asih LAOMU, welas asih      Buddha Maitreya, budi kebajikan kedua guru agung, welas asih YA Hao Ci Da Di,             pengaturan yang welas asih dari MS Yan dan MS Wang, sehingga sekumpulan             peserta dari 15 negara bisa belajar bersama untuk saling bertanggung jawab dan     berkorban. Juga para pengabdi yang berbakat ikut membantu menyebarkan kabar             gembira Buddha Maitreya, mewujudkan taman sukacita yang sejati, bajik, dan           indah. Diklat Buddhasiswa merupakan perjuangan YA Hao Ci Da Di demi             mencetak kader yang handal. Kesempatan ini membuat hx merasakan tanggung     jawab hati nurani, di mana diklat ini bukan hanya sekedar berkumpul selama 4   bulan, melainkan juga mengesampingkan sebentar hal2 duniawi, mendengar      ceramah MS  mengenai kebenaran sejati, mengenali aku sejati, tanpa memandang   dualisme, hidup dalam Kasih LAOMU, merasakan kasih-Nya, walaupun latar           belakang tiap Buddhasiswa berbeda, tetapi dari hasil pengenalan diri, bisa       dirasakan masing-masing dari kita memiliki Firman Tuhan yang sama, yaitu             belajar untuk bertanggung jawab, belajar berkorban, agar bisa berbakti pada            Vihara masing-masing setelah penutupan nanti, berjuang mencapai kebahagiaan      sejati.</p>
<p>Hidup manusia yang paling disayangkan adalah menyia-nyiakan      kesempatan untuk memperoleh, menghayati, serta mengamalkan kebenaran sejati.      Asalkan kita dapat memanfaatkan kesempatan untuk berkarya, bertanggung jawab,     dalam melakukan sesuatu tidak melupakan rahmat kasih Tuhan budi kebajikan       guru, karena tanpa itu semua kita tidak akan dapat membina, mengimpasi dosa    karma. Inilah tanggung jawab hati nurani.</p>
<p>Selama proses belajar, setiap Buddhasiwa harus mengerti untuk membawa  diri dalam memecahkan masalah. Bagaimana menyelesaikan masalah secara   harmonis, tidak lupa untuk memancarkan senyum kasih dan tanpa keakuan.<strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maitreyavoice.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maitreyavoice.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maitreyavoice.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maitreyavoice.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maitreyavoice.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maitreyavoice.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maitreyavoice.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maitreyavoice.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maitreyavoice.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maitreyavoice.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maitreyavoice.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maitreyavoice.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maitreyavoice.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maitreyavoice.wordpress.com/619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=619&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/619/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/081c88253968344520faca999ecea0f9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maitreyavoice</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LaWa-21 Juli 2010</title>
		<link>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-21-juli-2010/</link>
		<comments>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-21-juli-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 14:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maitreyavoice</dc:creator>
				<category><![CDATA[LaWa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maitreyavoice.wordpress.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Penataran Cahaya Buddha di Pusdiklat Buddhis Maitreyawira Penataran Cahaya Buddha di Pusdiklat Buddhis Maitreyawira Hari Minggu tanggal 11 Juli  yang lalu Pusdiklat Buddhis Maitreyawira (Tian Zhen) mengadakan penataran cahaya Buddha dari pukul 09.00 WIB-13.00, tentunya juga ada kebaktian dan tim Gan Quan ikut meramaikan. Sesi pertama diisi oleh Xu Fyn. Pada saat ini belum banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=617&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong>Penataran Cahaya Buddha di Pusdiklat Buddhis Maitreyawira<span id="more-617"></span></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Penataran Cahaya Buddha di Pusdiklat Buddhis Maitreyawira</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p>Hari Minggu tanggal 11 Juli  yang lalu Pusdiklat Buddhis Maitreyawira (Tian Zhen) mengadakan penataran cahaya Buddha dari pukul 09.00 WIB-13.00, tentunya juga ada kebaktian dan tim Gan Quan ikut meramaikan.</p>
<p>Sesi pertama diisi oleh Xu Fyn. Pada saat ini belum banyak umat yang hadir karena selain hari libur juga masih pagi. Namun tidak membuat semangat Xu Fyn menjadi kendur. Beliau berkata bahwa hari itu adalah hari beliau pertama kali naik ke atas mimbar nurani untuk berceramah. Sekalipun tidak ada yang mendengar, namun keluarganya tetap akan hadir untuk mendengarnya. Pada kesempatan ini beliau membahas “Menjadi seorang pembina yang berbahagia”, yaitu tahu budi, bersyukur, membalas budi, mengetahui dalam kehidupan sehari-hari kita bisa tidak berbahagia dalam membina karena kita selalu tidak puas, mengeluh.</p>
<p>Beliau memberikan perumpamaan tentang pengalaman naik pesawat. Tentunya kita akan merasa tidak nyaman jika pesawat take off pada cuaca yang buruk, seperti panic, takut, kesal, dll. Tetapi apabila pesawat telah melewati cuaca buruk tersebut, kita mulai lega, menikmati perjalanan. Begitu pula kondisi xiu dao. Dalam kehidupan sehari-hari, cuaca buruk selalu memadati perasaan kita, membuat kita merasa marah, takut, cemas, curiga. Padahal kita sesungguhnya mampu berada di atas semua awan pekat dan menjadikan suasana hati cerah, lega, untuk menikmati semua keindahan. Yang kita butuhkan adalah kesabaran, yakin dengan MiLeFo.  Awan pekat yang kita alami itulah kondisi xiu dao. Dan kita mampu menghapus awan hitam dengan cara pembinaan spiritual yang penuh damai dan bahagia, yaitu xiu dao tanpa henti, mencari kelebihan orang lain, bersyukur, menghargai segalanya. Xu Fyn juga memberikan contoh2 tuntutan umum yang kita alami seperti:</p>
<ol>
<li>Mengapa humas semakin lemah?</li>
<li>Mengapa anak dan menantu tidak peduli orang tua?</li>
<li>Mengapa hub suami istri semakin jauh?</li>
<li>Mengapa sulit mempertahankan keakraban saudara?</li>
<li>Mengapa anak tidak suka berkumpul di rumah?</li>
</ol>
<p>Jawabannya adalah karena sesungguhnya kita:</p>
<ol>
<li>Kita tidak tahu  mensyukuri dan menghargai.</li>
<li>Kita abaikan nilai plus orang lain dan enggan beri pujian.</li>
<li>Kita enggan berterima kasih</li>
<li>Kita sulit mengekspresikan kepedulian, penghargaan, memberi dukungan (tidak perlu lihat siapa yang didukung)</li>
</ol>
<p>Jadi, cara untuk berbahagia:</p>
<ol>
<li>Temukan nilai plus orang lain dan beri pujian.</li>
<li>Tidak enggan mengucapkan terima kasih</li>
<li>Spontan mengekspresikan kepedulian dan penghargaan.</li>
<li>Ringan tangan memberi dukungan.</li>
</ol>
<p>Intinya adalah kasih. Kasih mengasihi ada di mana2. Seperti Sabda suci Y. A Hao Ci Da Di:</p>
<p>1. Sayangilah, walaupun hanya sebutir nasi</p>
<p>2. Sayangilah, walau hanya secangkir air.</p>
<p>3. Sayangilah, walau hanya secarik kertas.</p>
<p>4. Hematlah, walau hanya seribu rupiah.</p>
<p>Sesi 2 diisi oleh Pdt. Huang dengan topic Bersyukur, Menghargai Berkah, Bahagia. Pada kesempatan ini Pdt. Huang mengaitkan topic tersebut dengan bakti seorang anak. Jadi apa yang dimiliki seorang anak sehingga disebut sebagai anak yang paling bahagia? Yaitu mempunyai orang tua yang lengkap.</p>
<p>Pdt Huang juga memberikan kisah-kisah kasih yang nyata terjadi. Salah satunya adalah kisah seorang anak yang mempunyai seorang ibu di mana ibu ini berwajah buruk. Anak ini sangat bergantung pada ibunya. Tetapi, jika ada temannya yang datang ke rumahnya, ia mengatakan ibunya ini sebagai pembantunya karena malu mengakui ibunya yang wajahnya seram. Dan pada suatu hari ibunya ini mengalami sakit yang sangat parah sehingga tidak bisa bekerja. Akhirnya pekerjaan rumah tangga diserahkan pada anaknya. Anaknya yang tidak terbiasa bekerja tidak tahan menghadapi semua itu langsung menuju ke kamar ibunya dan mengobrak-abrik barang yang ada untuk melampiaskan kejengkelannya. Pada saat itu ia menemukan sebuah kotak. Semula ia mengira isi kotak itu adalah perhiasan atau barang mewah. Ternyata kotak itu berisi selembar foto seorang anak dengan seorang wanita yang sangat cantik. Selain itu juga ada banyak lembar guntingan koran. Dalam koran ini ada sebuah berita bahwa beberapa tahun yang lalu terjadi kebakaran. Seorang ibu muda demi menyelamatkan anaknya dari kobaran jago merah rela masuk ke dalamnya. Akhirnya anak itu selamat, namun wajah ibunya mengalami luka parah karena bara api.</p>
<p>Pdt Huang juga menyampaikan cara menghargai ortu:</p>
<ol>
<li>Menyayangi</li>
<li>Berbakti</li>
<li>Menjaga kesehatan.</li>
</ol>
<p>Pada sesi 3 Zeng fyn menyajikan topic Kebaktian/kou shou. Kebaktian adalah sumber kekuatan. Kekuatan LAOMU 70% manusia 30%. Asalkan kita percaya pada LAOMU, MILEFO pasti LAOMU MILEFO akan membimbing kita. Beliau juga menceritakan pengalamannya pada saat ikut Fo Yuan Ban, ada seorang Fo Yuan dari Brazil bernama Marcelo, sebelumnya adalah pecandu berat narkoba. Ketika ia sadar akan kesalahannya, ia selalu bersujud setiap hari. Suatu hari saat bersujud, sekujur tubuhnya mengeluarkan keringat yang mengandung racun obat terlarang. Dia terus bersujud tanpa henti, sehingga tubuhnya pulih kembali. Dari hal tersebut bisa kita lihat bahwa Kou shou mampu merubah hidup kita karena itu asal mustika dalam hidup sehari2. Zeng Fyn juga mengatakan bahwa sesungguhnya LAOMU, Buddha Maitreya sudah menunggu kita untuk “berkonsultasi”, tinggal kita yang mau mengutarakan atau tidak. Bagian LAOMU ada dalam diri, jadi bisa langsung berkontak hati dengan LAOMU.</p>
<p>Sesi terakhir Pdt Edward memberi topic Waspadaillah: Pisau di balik perzinahan. Pdt. Edward memulai dengan Sabda Guan Sheng Di Jun: <em>“Walaupun pembinaan sudah mendalam, kita harus berhati2 dalam perzinahan. “</em> Tempat berzinah atau diskotik adalah tempat iblis sehingga harus dihindari entertainment  (hiburan) yang tidak sehat dalam bisnis.</p>
<p>Dalam sesi tersebut diuraikan, Bisnis yang berkembang jaya adalah bisnis yang dijalankan dengan aturan yang wajar, tetapi manusia sedang menipu diri sendiri dengan mengatakan bisnis yang baik adalah bisnis illegal dan persaingan tidak sehat.</p>
<p>Ada sebuah kisah nyata yaitu pada tanggal 10 Mei 2009, di tempat hiburan “Pembilasan Kaki”  (Xi Jiao Cheng) seseorang bermarga Deng bersama 3 teman datang. Mereka bertemu dengan seorang gadis bernama Deng Yu Jiao sedang mencuci baju di lantai 3. Deng Yu Jiao bekeja sebagai DJ di tempat itu pada malam hari. Ia agak takut ketika bertemu dengan mereka yang dikira dirinya merupakan wanita pelacur. 4 orang berkata pada Deng Yu Jiao, “Selama ini kami telah melayani orang, malam ini giliranmu melayani saya”  Deng Yu Jiao menolak, tetapi  4 orang ini semakin ingin menaklukkannya. Mereka pun bertengkar.”. Pemuda bermarga Deng ini mendorong Deng Yu Jiao ke sofa. Dan Deng Yu Jiao melihat ada pisau. Karena Deng Yu Jiao disiksa dan dipaksa, maka dengan pisau itu ia menusuk pemuda Deng 3 x.</p>
<p>Setelah itu Deng Yu Jiao baru sadar ternyata orang yang dibunuhnya adalah petugas pemerintahan. Petugas pemerintahan menganggapnya gila dan membawanya ke RSJ. Dalam RSJ: “Papa, mereka menggagahi saya” kata Deng Yu Jiao.</p>
<p>Deng Yu Jiao adalah gadis malang. Ia tidak memiliki keluarga hangat dan pendidikan yang baik. Orang tuanya bercerai saat ia kecil sehingga tidak ada orang yang membimbing. Ia mencari nafkah sejak muda dan terlalu bebas dari lingkungan , teman, pekerjaan. Ia tidak mendapat perlindungan ketika menjadi musibah. Ia belum berkesempatan memiliki iman sejati, mengenal Tuhan, mendekati orang bijak dan membina. Belum berkesempatan untuk tugas suci demi mengimpasi dosa karma. Ibunya sangat sedih atas musibah anaknya. Beliau bingung, bagaimana ia mampu menyembuhkan trauma dan luka psikologis anaknya ?</p>
<p>Dan, apa yang menyebabkan remaja ini harus menghadapi tragisnya hidup?</p>
<ol>
<li>Orang tua yang bercerai.</li>
<li>Tidak mendapatkan kebahagiaan keluarga dan      lingkungan.</li>
<li>Tidak mendapatkan pendidikan.</li>
</ol>
<p>Dan siapa korban pembunuhan tersebut? Ia adalah seorang aparat pemerintah setempat, usia 30 tahun, posisinya menanjak cepat, sudah berkeluarga, memiliki penghasilan yang memadai dan bawahan. Demi menjalin relasi yang baik, ia kerap mengunjungi tempat hiburan dengna teman2 seraya menghamburkan dan menikmati kesenangan.</p>
<p>Mengapa pemuda yang masa depan cerah justru membawa maut?</p>
<ol>
<li>Angkuh dan anggap remeh</li>
<li>Menindas dengan kekuasaan</li>
<li>Suka menikmati kesenangan.</li>
</ol>
<p>Jadi, tempat hiburan maksiat adalah tempat mengikat jodoh iblis yang berisiko tinggi menghancurkan kesehatan, keluarga. Tempat ini adalah air mata wanita yang terbendung dan martabat yang terinjak dibalik tawa ria mereka.<br />
Namun Pdt menyatakan bahwa pembahasan topic ini bukan untuk meremehkan mereka, tapi supaya agar kita mengetahui kisah tersebut di mana telah terjadi sebagai bagian dari kehidupan ini.</p>
<p>Sabda suci Guan Sheng Di Jun <em>“Manusia menimbun dosa karma di tengah kehidupan berahi, pembina2 yang beriman teguh pun akan tergoyah oleh godaan jahat dan kembali terjerumus dalam samsara. “ </em>Maknanya adalah kita tidak pernah bersyukur apa yang LAOMU berikan sangat berlimpah. <em></em></p>
<p>Pandita menguraikan 4 cara menghindari keserakahan:</p>
<ol>
<li>Jauhi teman yang suka berfoya2</li>
<li>Selalu kembali dalam pelukan alam</li>
<li>Mengubah niat berahi menjadi kasih saying      terhadap kaum terlantar</li>
<li>Biasakan sujud, tobat, bersyukur dalam segala      hal .</li>
</ol>
<p>Selain itu, ubah niat berahi menjadi kasih saying pad kaum terlantar, sakit, butuh perlindungan, maka berubah dosa karma menjadi pahala.</p>
<p>Amanat suci:</p>
<p>Saat ujian stadium berakhir, gerbang godaan berahi paling sulit dilewati. Api nafsu bagaikan rumput kering yang membara, dosa karma tercipta begitu asmara dan niat jahat timbul. Leluhur kita paling khawatir bila anak cucu timbul niat birahi tersebut.</p>
<p>Dan cara pembinaan dan pengabdian Ketuhanan adalah menjaga kesucian hati, seumur hidup tiada sesuatu yang membohongi, bertolak belakang dengan hati nurani. Menjunjung tinggi kejelasan batas antara pria dan wanita, dan menjadi pembina yang bersatu misi dengan Buddha Maitreya, yaitu senantiasa berhati, berperilaku, berwajah kasih.</p>
<p>Setelah sesi mendengar ceramah, dilanjutkan dengan kebaktian siang bersama, kemudian Tim Gan Quan membawakan mlzw berjudul “Pujian Gunung”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maitreyavoice.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maitreyavoice.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maitreyavoice.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maitreyavoice.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maitreyavoice.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maitreyavoice.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maitreyavoice.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maitreyavoice.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maitreyavoice.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maitreyavoice.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maitreyavoice.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maitreyavoice.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maitreyavoice.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maitreyavoice.wordpress.com/617/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=617&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-21-juli-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/081c88253968344520faca999ecea0f9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maitreyavoice</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LaWa-9 Juni 2010</title>
		<link>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-9-juni-2010/</link>
		<comments>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-9-juni-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 14:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maitreyavoice</dc:creator>
				<category><![CDATA[LaWa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maitreyavoice.wordpress.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Bazaar Vegetarian di Vihara Bumi Maitreya Tanjungpinang, 23 Mei 2010 PERAYAAN ULANG TAHUN KE-38 VIHARA RATNA MAITREYA MAKASSAR, 2 MEI 2010 Bazaar Vegetarian di Vihara Bumi Maitreya Tanjungpinang, 23 Mei 2010 Dalam rangka memperkenalkan budaya baru vegetarian dari beberapa aspek, yaitu aspek spritualitas (agama) dan aspek lingkungan (global warming) sambil memperingati hari lingkungan hidup sedunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=615&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>Bazaar Vegetarian di Vihara Bumi Maitreya Tanjungpinang, 23 Mei 2010</strong></li>
<li><strong>PERAYAAN ULANG TAHUN KE-38 VIHARA RATNA MAITREYA MAKASSAR, 2 MEI  2010<span id="more-615"></span></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Bazaar Vegetarian di Vihara Bumi Maitreya Tanjungpinang, 23 Mei 2010</strong></span></p>
<p>Dalam rangka memperkenalkan budaya baru vegetarian dari beberapa aspek, yaitu aspek spritualitas (agama) dan aspek lingkungan (global warming) sambil memperingati hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada setiap bulan Mei serta perayaan Waisak,  Vihara Bumi Maitreya mengadakan Bazaar Vegetarian setiap setahun sekali. Tahun ini, bazaar tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2010, hari Minggu yang lalu.</p>
<p>Beberapa hari sebelum bazaar dimulai, sudah ada berbagai kesibukan yang telah dilakukan. Beberapa hari sebelumnya dilakukan pemasangan tenda oleh umat pria serta pembagian tugas jaga stand sampai panitia kebersihan. Sehari sebelum dilaksanakan bazaar, para aktivis maupun umat dari beberapa Vihara di Tanjungpinang hadir di Vihara Bumi Maitreya untuk mulai membantu mulai dari menyusun meja-kursi, pemasangan papan menu, persiapan bahan, dsb. Walaupun cukup sibuk, mereka tetap bergembira dan bercanda tawa selama bekerja.</p>
<p>Bazaar tersebut dimulai pada pukul 09.00 WIB oleh dua pandita, yaitu Pandita Ellisa Sendiko dan Pandita Sakuan dengan pemotongan bunga (bunga buatan dari kertas). Total stand dalam bazaar kali ini ada 42 (makanan dan aksesoris) dengan 200 orang termasuk penjaga stand dan panitia kebersihan. Pengunjung yang ingin mencicipi menu vegetarian atau membeli souvenir cukup membeli kupon bazaar sebagai pengganti uang kertas. Jumlah uang yang terkumpul akan digunakan untuk kegiatan IVS dan vihara untuk mengadakan seminar, dsb.</p>
<p>Reaksi masyarakat Tanjungpinang cukup baik, kunjungan mencapai puluhan ribu orang dan silih berganti. Tentu saja, bazaar tersebut bertambah menarik perhatian dengan 2 MC yang berkeliling untuk mempromosikan stand satu per satu, di antaranya Bao Guo Fyn dan Wei Bing Fyn. Menu yang tersedia saat bazaar cukup menggiurkan, di antaranya menu es gunung, roti prata, dan ou luak paling menarik minat pengunjung. Tidak mengherankan stand tersebut ramai pengunjung dari pagi hingga malam. Bazaar diadakan sampai pukul 21.00 malam. Baik penjaga stand dan panitia, walaupun sudah sibuk sampai berkeringat dari pagi hingga malam, mereka tidak pernah meninggalkan senyum kasih dan semangat melayani pengunjung.</p>
<p>Dengan diadakannya bazaar tersebut, diharapkan semoga vegetarian bisa membudaya, dan masyarakat dapat menyadari pentingnya vegetarian.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>PERAYAAN ULANG TAHUN KE-38 VIHARA RATNA MAITREYA MAKASSAR, 2 MEI 2010</strong></span></p>
<p>Pada tanggal 2 Mei 2010, Vihara Ratna Maitreya genap berusia 38 tahun. Perayaan ulang tahun pun dilaksanakan pada hari tersebut dengan tema <strong><em>“Menuju Bumi Suci Maitreya (Mai Xiang Mi Le Jing Tu)”</em></strong>. Perayaan dimulai dengan ritual sajian (xian gong) berupa aneka buah dan minuman ringan oleh grup pria yang dimulai pada pukul 17.30 WITA. Selanjutnya, para umat bersama dengan Pandita melaksanakan bakti puja. Acara utama dimulai sekitar pukul 19.30 WITA, dengan dipandu oleh MC Iswandy dan Ivana. Persembahan tarian dari Tim Bunda Kasih menjadi pembuka acara, dilanjutkan dengan prosesi tiup lilin dan memotong kue ulang tahun, serta mendengarkan kata sambutan dari Bapak Pandita Edwin Djauhari.</p>
<p>Acara inti pun dimulai. Acara kali ini terasa spesial karena dikemas dalam satu paket drama. Sesuai dengan tema perayaan, dalam drama dikisahkan bahwa Buddha Maitreya sedang mencari para prajurit Maitreya yang siap mengemban tugas suci dan berkesempatan untuk memasuki bumi suci. Drama ini dipentaskan layaknya sebuah ajang seleksi dengan Buddha Maitreya dengan dibantu oleh Diva dan Bintang Film sebagai komentatornya. Nantinya Buddha Maitreya lah yang akan menentukan apakah para kontestan layak atau tidak untuk menjadi prajurit Maitreya dan memasuki bumi suci Kontestan yang mengikuti seleksi tidak lain adalah para pengisi acara, yaitu: tim Kuai Le Cao sebagai kontestan pertama, disusul dengan paduan suara senior, paduan suara anak-anak, penyanyi solo yang diiringi dengan gitar, tim Mi Le Zhi Wu, dan paduan suara Muda-Mudi. Menariknya, terdapat kontestan lain yang muncul di sela-sela kontestan di atas, seperti pencuri, investor yang sombong, pemakai narkoba, dan seorang kakek tua yang sangat bersemangat.</p>
<p>Semua kontestan lulus memasuki bumi suci kecuali pencuri, investor yang sombong, dan pemakai narkoba. Mereka dianggap tidak dapat memasuki bumi suci sebelum memperbaiki perilaku mereka dengan tidak mencuri lagi, tidak mengukur segalanya dengan uang, dan terlepas dari ketergantungan narkoba. Kontestan terakhir, seorang kakek yang walalupun sudah tua tetapi dengan tulus ingin memberikan segala yang ia bisa, pun menjadi kontestan terakhir yang lolos.</p>
<p>Inti drama tersebut ingin menunjukkan bahwa para prajurit yang akan memasuki bumi suci adalah mereka yang berkarya tanpa pamrih, memberi dengan tulus segala yang dapat ia berikan demi mendukung misi suci Buddha Maitreya mewujudkan bumi suci di dunia.</p>
<p>Acara kemudian ditutup dengan pemberian hadiah bagi para umat yang lahir pada bulan Mei, dan khusus bagi yang lahir tepat 2 Mei akan mendapatkan hadiah utama berupa voucher makan gratis selama 15 hari di 88 Bakery. Hadiah hiburan lain berupa voucher makan di Haiwan Vegetarian Restaurant dan voucher belanja dari Maitri Jaya Celular. Para umat pun bersama-sama dengan seluruh pengisi acara bersama-sama bangkit berdiri menyanyikan lagu Zou Xiang Guang Ming.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maitreyavoice.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maitreyavoice.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maitreyavoice.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maitreyavoice.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maitreyavoice.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maitreyavoice.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maitreyavoice.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maitreyavoice.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maitreyavoice.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maitreyavoice.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maitreyavoice.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maitreyavoice.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maitreyavoice.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maitreyavoice.wordpress.com/615/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maitreyavoice.wordpress.com&amp;blog=7498170&amp;post=615&amp;subd=maitreyavoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maitreyavoice.wordpress.com/2010/10/06/lawa-9-juni-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/081c88253968344520faca999ecea0f9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maitreyavoice</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
